ADAKITANEWS, Nganjuk – Maraknya penambangan ilegal di Kabupaten Nganjuk membuat masyarakat resah. Selain dampak yang ditimbulkan yaitu kerusakan alam dan kerusakan jalan di lingkungan sekitar penambangan, hal ini juga berpotensi munculnya pungli yang dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab, Minggu (30/10).

Seperti terjadi di perbukitan Desa Kebonagung Kecamatan Sawahan Di area ini terdapat sekitar 10 titik galian batu gunung yang diduga ilegal.

Beberapa dump truk terlihat hilir mudik mengangkut hasil galian berupa pecahan batu gunung untuk dijual.

Atas aktivitas ini, kepala desa dan warga setempat mengaku resah dan mengadukanya ke anggota DPRD Nganjuk.
Bersama kepala desa, tiga anggota DPRD Nganjuk, Agus Setiyantoro, Sujarwo dan Raditya Yuangga yang mendapat laporan langsung melakukan sidak ke lokasi penambangan. Benar saja setelah sampai di lokasi ketiganya melihat aktivitas penambangan batu gunung masih terjadi dan tanpa pengawasan pihak terkait.

Kepala Desa Kebonagung, Atik Minarni mengaku penambangan batu gunung ini sudah berlangsung lama, bahkan beberapa waktu lalu kepala desa sudah melarang truk pengangkut batu agar tidak melewati jalan desa karena bisa mengakibatkan jalan desa bertambah rusak. Namun tetap saja aktivitas galian batu terus berlanjut. “Seringnya lalu lalang truk pengangkut batu membuat jalan desa rusak bertambah parah, harapannya aktivitas galian bisa dihentikan dan jalan bisa diperbaiki agar aktivitas masyarakat bisa lancar,” kata Atik.

Sementara anggota DPRD Nganjuk, Agus Setiyantoro yang melihat langsung di lokasi mengaku menyayangkan aktivitas galian batu gunung yang berlokasi di area lahan milik Perhutani dan diduga tidak mempunyai izin ini.

Lebih lanjut ia akan berkoordinasi dengan pihak terkait dan penegak hukum untuk menertibkan aktivitas galian batu tersebut. “(Aktivitas,red) ini merusak jalan akses desa. Kita akan berkoordinasi dengan Perhutani. Seharusnya aktivitas galian ini tidak boleh,” jelas anggota DPRD dari Fraksi PKB ini.

Aktivitas galian seperti ini bisa menimbulkan kerawanan bencana. Seperti diketahui beberapa tahun lalu perbukitan Desa Kebonagung pernah mengalami bencana tanah longsor yang mengakibatkan akses jalan dua desa terputus. Masyarakat mengkawatirkan kejadian seperti itu bisa terulang lagi jika penambangan tidak segera dihentikan.(Jati)

Keterangan Gambar: Aktivitas penambangan liar di lahan Perhutani.(Foto : Bagus Jatikusumo)