ADAKITANEWS, Nganjuk – Akibat proses pemberkasan yang lambat, 790 guru di Kabupaten Nganjuk hingga awal Juni 2016 ini belum menerima Tunjangan Profesi Pendidik (TPP). Mereka terdiri dari 461 guru SD, 17 guru SMP, 115 guru SMA/SMK dan 197 guru PAUD/TK.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Nganjuk, Widyasti Sidhartini melalui Kabid Ketenagaan, Mamik Suparmi mengatakan ratusan guru yang belum menerima TPP sebenarnya sudah menerima Surat Keputusan Tunjangan Profesi (SKTP) dari pemerintah pusat. Hanya saja, memang proses pemberkasan pencairan masih belum tuntas sehingga belum bisa dicairkan.

Salah satu faktor keterlambatan pencairan TPP 790 guru karena Petunjuk Teknis (Juknis) pencairan TPP baru diterima Rabu (18/05) lalu. Padahal untuk TPP triwulan pertama seharusnya bisa dicairkan April 2016. “Kami baru terima juknis pada bulan Mei. Jadi kami harus kebut pemberkasan,” ujar Mamik Suparmi.

Selain itu, lanjut Mamik, nomor rekening sejumlah guru juga tidak tertera. Karenanya agar tidak terjadi kesalahan, Disdikpora harus mengecek ulang satu per satu termasuk melakukan kroscek dengan nomor rekening tahun lalu. Mamik meminta para guru yang belum menerima TPP tidak cemas. Disdikpora menargetkan pencairan TPP bisa tuntas minggu depan. “Semua pasti cair,” kata Mamik Suparmi meyakinkan.

Data Disdikpora menyebutkan, total ada 6.127 guru penerima TPP di Kabupaten Nganjuk. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.337 guru sudah menerima pencairan dana sejak Senin (30/05) lalu. Dari ribuan guru tersebut, yang sudah menerima TPP, sebanyak 2.730 guru SD, guru SMP dan SMA/SMK masing-masing sebanyak 1.618 dan 787 orang. Sisanya, guru TK 100 orang dan guru SLB lima orang, dan pengawas ada 98 orang dengan total anggaran yang sudah dicairkan sebesar Rp 64,325 miliar.

Mamik Suparmi juga menjelaskan, para pendidik tersebut menerima pencairan TPP setiap tiga bulan sekali. Sehingga dalam setahun guru menerima empat kali pencairan TPP. Dengan gaji guru terbesar Rp 5,1 juta dan terendah Rp 1,2 juta, setidaknya para guru menerima rapelan TPP minimal Rp 3,6 hingga Rp 15,3 juta. Meski demikian, menurut Mamik tak semua guru menerima TPP secara utuh. Setidaknya, ada 53 guru di Nganjuk yang tidak menerima TPP penuh karena berbagai alasan. Diantaranya karena izin umrah, absensi tidak lengkap dan penyebab lainnya. “Jam mengajar 24 jam dalam setiap minggu harus dipenuhi juga. Jika tidak, ya tidak menerima TPP,” pungkas Mamik.(Jati)

 

Keterangan gambar: Ilustrasi