Jakarta. Pendaki gunung senior Wanadri, Muhammad Gunawan atau akrab disapa Kang Ogun meninggal dunia pada Minggu (26/8/2018), pukul 17.58 WIB. Kang Ogun meninggal di rumahnya di bilangan Menteng, Jakarta Pusat. Almarhum Ogun diketahui mengidap kanker nasofaring sejak tahun 2015.

Almarhum Ogun divonis kanker nasofaring stadium 4. Semenjak itu, Ogun diminta dokter untuk rutin menjalani kemoterapi dan radioterapi. Dengan kondisi itu, almarhum Ogun masih bermimpi untuk mendaki Gunung Everest, Nepal. Mimpi itu tertuang dalam buku tentang Ogun berjudul Cancer Survivor Menggapai Puncak Dunia yang ditulis oleh Zhibril A. Almarhum Ogun lahir di Jakarta, 24 Maret 1958. Ogun bergabung dengan Wanadri pada tahun 1981 dan lulus dari Akademi Teknik Pekerjaan Umum Bandung pada tahun 1985.

Pada tahun 1997 lalu, alm Kang Ogun pernah ikut terlibat dalam “Ekspedisi Mount Everest Indonesia” ia bersama dengan Kopassus dan beberapa pendaki lain menjadi anggota tim ekspedisi. Saat itu, Ogun menggapai Everest melalui jalur utara (Tibet) namun gagal setelah terhenti pada jarak 200 meter menjelang puncak karena hambatan cuaca yang cukup ekstrim.

Alm Kang Ogun dan tim terpaksa turun ke kamp 5 dan Advance Base Camp untuk pemulihan. Namun sebelum melanjutkan kembali pendakian menuju puncak, Ogun dan tim diminta untuk segera menyudahi ekspedisi dan kembali ke Kathmandu, ibu kota Nepal.

Langkah itu diambil karena tim Indonesia lainnya, yang mendaki melalui jalur selatan, telah berada di Kathmandu setelah pendakinya berhasil mencapai puncak Everest.

Filosofi Burung Elang

Selama proses terapi yang cukup berat, pria yang sudah mendaki sejak tahun 1973 ini terinspirasi degan proses hidup seekor elang. Di mana, saat dewasa, sekitar usia 40 tahun, elang mempunyai dua pilihan. Mati atau bertahan hidup. Sebab di usia tersebut, elang sudah tidak bisa berburu lagi.

Kalau memutuskan untuk hidup lebih lama lagi, elang harus berani melakukan revolusi pada tubuhnya. Ia harus menjalani proses menyakitkan selama kurang lebih 150 hari.

Elang harus terbang setinggi mungkin dan berdiam di suatu tempat. Elang harus mencabut seluruh bulu yang mulai memberatkan dalam tubuhnya. Mematukkan paruh yang mulai bengkok dan cakar yang mulai rapuh ke cadas yang keras.

Ini dilakukan agar ketiga alat berburuya bisa lepas dan tumbuh yang baru. Sungguh menyakitkan. Dan bila beruntung, setelah 5 bulan, akan tumbuh sayap, paruh dan cakar baru. Dengan itu, elang akan bertahan 30 tahun lagi. Upaya yang keras dan menyakitkan itu, akan memberikan kebaikan di kemudian hari. Dari elang-lah, Ogun mempunyai inspirasi untuk menetapkan mimpi-mimpi hidupnya.

Anggota Wanadri ini menetapkan untuk kembali mendaki gunung tertinggi di dunia, Everest yang sebelumnya sempat ia daki 2 kali pada 1994 dan 1997. Ia menargetkan pada tahun 2018 cita-cita itu terkabul. Tapi kini beliau telah mendaki puncak keabadian. Kepak sayapmu selalu dihati kami semua.

Selamat Jalan Kang Ogun!

Foto: Istimewa
Disarikan dari berbagai sumber.
Firama Latuheru

https://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/08/RIP-Ogun-Wanadri.jpghttps://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/08/RIP-Ogun-Wanadri-150x150.jpgREDAKSINasionalTokoh
Jakarta. Pendaki gunung senior Wanadri, Muhammad Gunawan atau akrab disapa Kang Ogun meninggal dunia pada Minggu (26/8/2018), pukul 17.58 WIB. Kang Ogun meninggal di rumahnya di bilangan Menteng, Jakarta Pusat. Almarhum Ogun diketahui mengidap kanker nasofaring sejak tahun 2015. Almarhum Ogun divonis kanker nasofaring stadium 4. Semenjak itu, Ogun diminta...