ADAKITANEWS, Kota Kediri – Berkembangnya sektor pariwisata di Kota Kediri ternyata tidak memberikan imbas positif bagi pebisnis di bidang perhotelan. Bahkan tahun 2017 ini, pendapatan hotel di Kota Kediri justru menurun mencapai 40 persen. Hal tersebut terjadi karena pemerintah dianggap belum begitu memperhatikan para pengusaha hotel dan restoran.

Ditemui di Hotel Mitra Inn Kediri, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kediri Raya, Sri Rahayu menyatakan, turunnya pendapatan hotel dan juga restoran di Kota Kediri tidak lepas dari peran pemerintah yang kurang dalam menyuarakan dan juga mengadakan event di Kota Kediri. “Pemerintah belum terlalu signifikan dalam mengupayakan kegiatan dan juga event,” ucapnya, Jumat (08/12).

Wanita yang akrab disapa Yayuk itu juga menjelaskan bahwa hotel di Kota Kediri sebenarnya sudah sering memberi diskon pada pengunjung. “Diskon sebenarnya sudah sering kita berikan namun hal itu tidak ada respon dari para pelancong,” ucapnya.

Menurut Yayuk, penyebab lain menurunnya pendapatan hotel dan restoran yakni banyaknya tempat kos yang tidak memiliki izin operasi. “Harusnya pemerintah tanggap akan hal itu,” tukasnya.

Ketua PHRI berharap, kedepan pemerintah lebih memperhatikan para pengusaha hotel dan restoran. Karena para pengusaha tersebut, juga merupakan salah satu sumber pendapatan pajak bagi pemerintah.(kdr1)

Keterangan gambar: Resepsionis Hotel Mitra Inn.(foto: muchlis ubaidhillah)