Foto korban MD membusuk dikamarADAKITANEWS, Nganjuk– Penderita Lepra dan Diabet, Mujayin,62, asal  Desa Bangsri Rt.02 Rw.05 Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk, ditemukan tewas di dalam kamar di rumahnya. Hari kamis (5/2) pukul 15.30 wib. Jasadnya baru diketahui setelah empat hari diperkirakan meninggal dunia oleh Wasiah,50, warga setempat.

Sumber adakitanews.com menerangkan, kamis (5/2) pukul 15.30 wib, saksi Wasiah, datang ke rumah korban hendak memberi uang kepada Tamsis,43, (adik korban).Namun begitu masuk rumah, saksi curiga karena mencium bau busuk di dalam rumah. Selanjutnya saksi memberitahukan suaminya, Abdurokhim,55, yang berada dirumah.

Kemudian pasangan suami istri ini  langsung mengecek di dalam rumah korban, dan mencari sumber bau busuk tersebut. Dan diketahui bau busuk yg menyengat itu berasal dari dalam kamar depan, dimana kamar ini dalam keadaan terkunci. Akhirnya kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polsek Kertosono.

Mendapat Laporan, petugas lansung mendatangi lokasi dan pintu kamar yang terkunci itu berhasil dibuka. Begitu Kamar terbuka, terlihat sosok Mujayin ditemukan telah meninggal dunia, dengan posisi terlentang. Kepala berada di sebelah timur dan kondisi tubuh sudah dikerubuti belatung.

KApolsek Kertosono, Kompol Edy Hariadi menerangkan. Hasil penyelidikan dan Identifikasi  petugas di TKP, tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan.” Akan tetapi korban mempunyai riwayat sakit lepra dan diababet yang sudah lama, namun korban tidak pernah berupaya pantang makanan, pola makannya bebas tanpa memperdulikan resiko terhadap penyakitnya, terang Kompol edy.

Ditambahkan, Korban yang tinggal serumah dengan adiknya,Tamsis (mengalami gangguan jiwa), berhubungan baik dengan saudara maupun adik kandungnya. “Korban juga tampak rukun dan tidak pernah cekcok dengan oranglain,”tambah klompol edy.

Diketahui, korban yang terakhir terserang diabet hingga kronis, dan  sampai akhirnya kakinya membusuk ini, Diperkirakan sudah meninggal dunia sejak empat hari yang lalu. Dan dibawa ke Rumah sakit Bhayangkara Nganjuk. (Kmto/jati)