width=

Kediri(Adakitanews.com) — Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri menduga ada pelanggaran dalam pengadaan buku perpustakaan Sekolah Dasar (SD) Negeri.

Kasi Intel Kejari Kota Kediri, Zalmianto Agung Saputro menjelaskan, Tim Penyidik Pidsus Kejari Kota Kediri saat ini melakukan Penyidikan Tindak Pidana Korupsi.

“Ini terkait Pengadaan Buku Perpustakaan SDN pada Dinas Pendidikan Kota Kediri TA 2018 berdasarkan Surat Perintah Penyidikan nomor : Print-11/M.5.13/Fd.1/02/2020 tanggal 8 Februari 2021,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media, Minggu (14/2/2021).

Dalam lelang pengadaan buku tersebut dimenangkan oleh CV. SE dengan nilai kontrak sebesar Rp906.632.500.

Hasil penyelidikan, pada 7 Juni 2018 telah dilaksanakan serah terima pekerjaan pengadaan koleksi buku perpustakaan SD Negeri dengan jumlah buku total 49.856 buah.

Dalam pengadaan tersebut, Dinas Pendidikan Kota Kediri telah melakukan pembayaran buku kepada CV SE sejumlah Rp906.632.500.

Setelah Tim Penyidik mengumpulkan maupun mendapatkan bukti dan dokumen, setidaknya ada 19 Kepala SD Negeri se Kota Kediri yang dimintai keterangan.

“Kami temukan bukti permulaan yang cukup adanya indikasi penyimpangan yakni adanya proses pengadaan yang melanggar prosedur, setelah dilakukan pengecekan dan penghitungan terdapat kekurangan buku sejumlah 1.436 eksemplar dan terjadi kemahalan harga,” jelasnya.

“CV. SE hanya dipinjam bendera saja dan tidak melaksanakan sesuai dalam perjanjian kontrak, dan penyimpangan dalam pengadaan buku tersebut mengakibatkan kerugian negara ditaksir Rp350.000.000,” imbuhnya.

Sebagai langkah selanjutnya, kata Zalmianto, tim penyidik akan melakukan tindakan penggeledahan maupun penyitaan terhadap dokumen maupun data-data terkait pengadaan buku perpustakaan SD negeri pada Dinas Pendidikan Kota Kediri TA 2018.(Oky).