2015-10-28_02.07.40ADAKITANEWS, Kota Kediri – Misbahuddin Azzuhri Pengamat politik dari Universitas Brawijaya (UB) Kediri khawatirkan kampanye hitam (black campaign) bermunculan pada Pilkada serentak. Menurutnya, benih black campaingn itu, bisa muncul dari opini di media massa yang dibeli paslon.

Pilkada merupakan salah satu solusi masyarakat dalam kegiatan demokrasi. Dari Pilkada itu, masyarakat mampu menuangkan gagasan-gagasannya. Namun, beberapa partai politik melakukan black campaign demi mendapatkan keuntungan untuk partai politik.

“Seharusnya pilkada itu menjamin hak masyarakat untuk berdemokrasi.”ungkap Misbahuddin Azzuhri ketika ditemui tim adakitanews.com, Selasa (27/10).

Diakuinya, ketika gagasan terkait pilkada serentak sudah mulai digulirkan, benih-benih konflik mulai bermunculan dari berbagai macam parpol. Sehingga, Misbahuddin Azzuhri menambahkan, memerlukan banyak tenaga sekaligus instansi kepemerintahan yang terlibat untuk mengamankan jalannya pilkada secara serentak itu.

“Saat sistem pilkada tidak kompetibel maka konflik akan semakin cepat bermunculan kepermukaan,” tuturnya.

Sementara, pihaknya mengkhawatirkan masing-masing paslon dengan kekuatan media massa baik cetak, elektronik dan online beramai-ramai melakukan penggiringan opini yang menguntungkan satu pihak saja. Sehingga masyarakat yang belum siap dengan opini tersebut akan berlaku reaktif jika tidak adanya pengamanan dari pihak kepolisian.

“Masyarakat khususnya para pendukung paslon jangan reaktif dengan kabar yang belum tentu jelas itu. Hal ini untuk meminimalisir konflik yang sengaja dihadirkan dalam bentuk opini dari paslon,” terangnya.

Misbahuddin Azzuhri menambahkan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku pihak penyelenggara harus melakukan langkah preventif untuk mencegah terjadinya black campaingn tersebut. Misbahuddin Azzuhri menuturkan, ketika paslon Kepala Daerah sudah mulai melakukan black campaingn, maka sudah bisa dipastikan proses demokrasi di Indonesia sudah terciderai. ”Harus ada pencegahan terhadap masing-masing parpol untuk tidak melakukan black campaingn,” pungkasnya.(sf)

Keterangan Gambar :  Misbahuddin Azzuhri Pengamat politik dari Universitas Brawijaya (UB) Kediri