ADAKITANEWS, Kediri – Proses ujian dan pengangkatan perangkat desa di 52 Desa se-Kabupaten Kediri yang rencananya bakal diumumkan pada Kamis (25/01) malam di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), dipersoalkan warga.

Informasi yang dihimpun Tim Adakitanews.com menyebutkan, salah satu wilayah yang sempat mempersoalkan proses rekrutmen dan penjaringan perangkat desa tersebut adalah warga di Desa Lamong Kecamatan Badas. Mereka menganggap, ada beberapa prosedur yang dilanggar dalam persiapan pengangkatan perangkat desa.

“Banyak sekali tindakan melawan hukum di agenda pengangkatan perangkat desa. Perda, Perbup, banyak yang tidak sinkron antar pasal,” kata Irham Choirudin, salah satu warga Lamong, Rabu (24/01) malam.

Irham menyampaikan, atas dasar itu warga yang kemudian membuat surat keberatan kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat, yang isinya warga meminta adanya transparansi proses perekrutan, serta kejelasan Perdes (Peraturan Desa) yang menjadi landasan dilaksanakannya pengangkatan perangkat desa.

Irham menjelaskan, Perdes yang seharusnya selesai sebelum proses awal pelaksanaan pengangkatan perangkat desa, nyatanya hingga saat ini belum disahkan. “Posisi Perdes di Lamong belum dapat diklarifikasi Bupati. Malah, lahirnya panitia juga mendahului rancangan Perdes,” tambahnya.

Rencananya, meski ujian terus dilaksanakan, pihaknya tetap akan mempersoalkan keganjilan itu. “Besok, ada warga yang ikut memonitor langsung di tempat ujian, di Balaidesa Tunglur Kecamatan Badas, dan menunjuk BPD sebagai pengawas,” pungkasnya.

Terpisah, anggota Komisi A DPRD Kabupaten Kediri, Edi Suprapto mengatakan, jika warga merasa ada yang salah dengan proses pengangkatan perangkat desa, mereka diminta untuk mengajukan keberatan ke kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) Kabupaten Kediri.

“Kalau memang seperti itu, datangi saja DPMPD. Karena memang Perdes-nya harus jadi dulu. Kalau dari kacamata saya, itu jelas cacat hukum,” katanya saat dihubungi melalui telepon, Rabu (24/01) malam.

Untuk diketahui, rencananya proses ujian perangkat desa Lamong Kecamatan Badas, akan dilaksanakan di Balai Desa Tunglur pada Kamis (25/01) pagi. Setelah menjalani ujian tulis dan praktik, lembar jawaban akan dibawa ke SLG untuk kemudian diumumkan pada malam harinya.

Sementara hingga berita ini diunggah, pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) Pemkab Kediri belum bisa dimintai keterangan terkait proses ujian yang hari ini dilaksanakan. Kepala DPMPD, Satirin, berikut seluruh pimpinan dan staf Bidang Pemerintah Desa (Pemdes) yang memiliki kewenangan atas kegiatan itu pun sedang tidak berada di kantor.(kur)

Keterangan gambar: Ilustrasi ASN.(google.com)