ADAKITANEWSIMG_9541-1, Tulungagung – Mohammad Yufi Mustofa,22, warga Desa Pojok Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung, harus berurusan dengan pihak kepolisian. Pasalnya pria yang kesehariannya sebagai pengangguran tersebut menjadi pengedar pil doble L di wilayahnya. Pelaku berhasil ditangkap anggota buru sergap (buser) Satreskoba Polres Tulungagung pada Minggu (17/05) sekitar pukul 17.00 WIB dirumahnya.

Dari penangkapan terhadapnya turut diamankan barang bukti berupa pil doble L sebanyak 5.671, uang sebesar Rp 100.000,- yang diduga sisa hasil dari penjualan barang haram tersebut. Kini pelaku beserta barang bukti diamankan di Mapolres Tulungagung guna proses hukum lebih lanjut.

Kasat Reskoba AKP Siswanto mengatakan, penangkapan terhadap pengedar narkoba merupakan hasil dari penyelidikan petugas selama satu minggu. Hal itu setelah adanya informasi dari masyarakat jika didaerah Ngantru sering terjadi transaksi narkoba jenis pil doble L. “Pelaku merupakan target operasi petugas semenjak satu minggu,” katanya.

Lanjut, pelaku berhasil ditangkap ketika berada didepan rumahnya yang sedang menunggu pembeli. Kemudian petugas melakukan penggeledahan dirumah pelaku, hasil dari penggeledahan diketemukan barang bukti pil doble L yang disimpan di bekas kandang sapi. Dihadapan petugas pelaku tidak bisa mengelak setelah diketemukannya barang bukti. “Selanjutnya pelaku digelandang ke Mapolres guna proses penyidikan lebih lanjut,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil dari penyidikan, pelaku mendapatkan barang dari seseorang yang berdomisili di Desa Ngadirejo Kediri. Setiap 1000 butir dia beli dengan harga Rp 190.000,- dan dijual dengan harga Rp 250.000,-. Selain dijual dengan partai besar, dia juga menjual dengan cara mengecer yakni dikemas setiap kit berisi 45 butir dengan harga Rp 25.000,-. Pelaku nekat bisnis narkoba karena untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sehari – hari.

“Pelaku dijerat dengan pasal 197 UU RI No 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman hukuman 15 tahun kurungan penjara,” pungkasnya. (Bram).