ADAKITANEWSIMG_20150424_174913IMG_20150424_174937, Nganjuk – Pengerjaan tiga megaproyek di Kota Kediri yaitu pembangunan Poltek II, Rumah Sakit gambiran II, dan jembatan Brawijaya masih bermasalah. Masalah itu terkait rekanan dalam proyek tersebut yang menggugat ke Pemerintah Kota Kediri hingga puluhan miliyar rupiah.

Surat gugatan tersebut sempat dilayangkan para rekanan ke Pengadilan Negeri Kota Kediri. Sedangkan dari isi gugatan tersebut meminta agar pengadilan membatalkan denda dan mencabut daftar hitam serta meminta ganti rugi puluhan milyar rupiah.

“Para rekanan dalam tiga mega proyek itu sempat mengajukan gugatan pada tahun 2014 kemarin,” ungkap Purnomo Amin Cahyo Wakil Ketua Pengadilan Negeri Kota Kediri.

Lebih lanjut Purnomo Amin mengatakan jika siding gugatan tersebut sempat dilakukan hingga sidang Replik dan Duplik. “Sidang sempat kami lakukan hingga replik dan duplik,”ucapnya

Ternyata, lanjut Purnomo Amin setelah ditelaah dalam perjajian kerja mengatakan kalau ada sengketa harus melalui badan arbritase. “jadi itu sudah bukan wewenang pengadilan, melainkan menjadi tupoksi badan arbitrasi nasional (BAN), jelasnya.

Terkait itu, Purnomo mencontohkan permasalahan pengerjaan proyek jembatan Brawijaya, rekanan mengajukan gugatan dengan pertimbangan gagal menuntaskan proyek selama 3 tahun karena pengucuran APBD tersendat dan saat itu diusut pihak kepolisian. “Proyek itu kan sempat di usut oleh pihak kepolisian”jelasnya.

Sementara itu Kabag Humas Pemkot Kediri Apip Permana justru belum mengetahui informasi tersebut dan hendak berkoordinasi dengan instansi terkait. “Saya belum tahu kalau tantang itu, iya nanti kami akan berkoordinasi dulu,” ucapnya. (zay).