ADAKITANEWS, Sidoarjo – Saat Pilkada 2018 mendatang, sekitar 250 jiwa pengungsi Syiah asal Madura yang berada di Sidoarjo, akan mencoblos di daerah asalnya masing-masing.

Hal itu disampaikan setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sampang melakukan pencocokan dan penelitian (Coklit) serta sosialisasi terhadap ratusan pengungsi Syiah asal Kabupaten Sampang Madura, yang berada di Rusun Jemundo Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo.

Ketua KPU Sampang, Syamsul Muarif mengatakan, coklit dan sosialisasi bagi pengungsi Syiah yang dilaksanakan pada Kamis (15/02) di rumah susun tempat pengungsian Jemundo Kecamatan Taman Sidoarjo tersebut, berdasarkan surat edaran KPU nomor 60 tahun 2018, dan Peraturan KPU Nomor 8 tahun 2018 tentang Pemilihan Umum Kepala Daerah. ‎

“Sesuai tahapannya, saat ini kami melakukan Coklit dan sosialisasi bagi pengungsi Sampang yang ada di Sidoarjo,” terang Syamsul Arif saat mengunjungi pengungsi Syiah.

Dalam pendataan ini Syamsul Arif mengatakan, dari total sekitar 378 pengungsi Syiah yang ada di Sidoarjo, yang memiliki hak pilih ada sekitar 250 orang. Mereka diharapkan bisa menggunakan hak pilihnya serta berpartisipasi pada Pilkada Jatim yang jatuh pada 27 Juni 2018 mendatang. “‎Coklit itu dilakukan jika memang ada pengungsi (warga,red) yang berada di luar daerah di mana dia tinggal. Jumlah pastinya‎ tergantung Coklit nanti,” Ujarnya.

Mekanisme pemungutan suara yang akan dilakukan bagi pengungsi Syiah pada Pilkada tahun ini, sebagaimana berdasarkan ketentuan KPU harus dilakukan di daerah-daerah terdekat (tempat tinggal,red), dan otomatis para pengungsi lebih memilih menggunakan hak pilihnya di Sampang.

‎Kalaupun ada ketentuan berbeda. Lanjut Syamsul Arif, maka akan diputuskan kembali bagaimana mekanisme pemungutan suara bagi kelompok pengungsi. Namun secara regulasi mereka harus mencoblos di daerah pemilihan masing-masing.

“Selanjutnya kami akan koordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat, agar membantu secara khusus kepada mereka dalam menggunakan hak pilihnya di Sampang,” tandasnya.‎

Sekadar diketahui, sejak 2013 lalu para pengungsi Syiah tersebut tinggal di pengungsian di Sidoarjo. Dan baru kali ini para pengungsi menggunakan hak suaranya di daerah pemilihannya sendiri, Yakni di Sampang. Sebelumnya, mereka sudah disediakan tempat pemungutan suara (TPS) khusus di Sidoarjo.(sid3)‎

Keterangan gambar : KPU Sampang melakukan Coklit dan Sosialisai kepada para pengungsi Syiah di Rumah susun tempat pengungsian Jemundo Kecamatan Taman Sidoarjo.(ist)‎