Kediri(adakitanews.com)—Pengurus perkumpulan Paud/TK Dharma Wanita 1 Desa Jambean Kecamatan Kras Kabupaten Kediri mendatangi Mapolres Kediri, Rabu (8/9/2021) pagi.

Kedatangan mereka melaporkan dugaan kasus tindak pidana korupsi kepada mantan Kepala Sekolah TK Dharma Wanita masa jabatan 2016-2020.

Penasihat hukum pelapor, Syamsul Arifin, pengurus perkumpulan Paud/TK Dharma Wanita 1 Desa Jambean Kecamatan Kras menuturkan jika pihaknya melaporkan atas kasus modus pemalsuan data peserta didik untuk mencairkan dana BOP (Bantuan Operasional Pendidikan) selama menjabat.

“Kami melaporkan SM selaku mantan kepala sekolah TK Dharma Wanita 1 Desa Jambean dengan kasus dugaan tindak pidana korupsi selama menjabat,” ujarnya, Rabu (8/9/2021).

Dalam laporan itu, lanjut Syamsul, SM diduga telah menyalahgunakan jabatannya untuk mengalihkan dana bantuan dari pemerintah kepada dirinya sendiri. Hal itu ditunjukkan dengan tidak adanya laporan keuangan dan program yang jelas.

“Perbuatan itu dilakukan dengan cara data fiktif terhadap siswa, juga ada pemalsuan data lainnya. Tentu di sini merugikan dari sisi sekolah maupun negara,” ungkapnya.

Selain itu, Samsul menyebut saat ini SM telah diberhentikan namun dalam kepindahannya, SM tetap mendapatkan dana sertifikasi.

“Ini juga ada indikasi yang membantu karena SM masih terhitung baru di instansi sekolah barunya,” paparnya.

Untuk itu, Samsul Arifin meminta agar pihak kepolisian segera menindaklanjuti terkait aduan tersebut. Terkait jumlah dana yang digunakan SM, pihaknya mengaku belum bisa menghitung secara rinci.

“Saya minta agar menindaklanjuti temuan itu,” ucapnya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Kediri AKP Rizkika Atmadha Putra saat dikonfirmasi menuturkan pihaknya telah menerima aduan tersebut. “Ya kita lihat laporan masuknya seperti apa, nanti kita tindak lanjuti,” terangnya.(Gar).