ADAKITANEWS, Sidoarjo – Meski telah pensiun bekerja di perusahaan pembuat kapal, namun tak membuat Jodi Irianto berhenti membuat kapal. Hanya saja kini, pria kelahiran Surabaya, 11 Agustus 1959 tersebut membuatnya dalam bentuk miniatur. Ratusan miniatur kapal berbagai jenis juga sudah pernah dibuatnya dan dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia.

=========

Siang itu, Kamis (05/10), Jodi yang dibantu dua orang temannya Budi Cahyono, 30, dan Junaidi, 25, sedang menggarap dua buah miniatur kapal bulk carier cement di rumah produksinya di Desa Ketegan RT 2/RW 4 Kecamatan Tanggulangin. “Ini sudah 98 persen. Karena hari minggu besok sudah harus dikirim. Ini pesanannya salah satu perusahaan Jakarta,” katanya.

Warga Bluru Permai Kecamatan Sidoarjo ini mengaku untuk menyelesaikan dua buah kapal yang masing-masing dihargai Rp 10 juta ini, ia bersama rekan-rekannya membutuhkan waktu sekitar dua minggu. “Setelah mendapatkan order dua minggu yang lalu, kami langsung mengerjakannya,” ujarnya.

Bapak tiga anak ini mengaku mulai fokus membuat miniatur sejak pensiun dari perusahaan pembuat kapal pada tahun 2010 lalu. “Sebenarnya sejak masih bekerja, saya sudah membuat miniatur kapal ini. Tapi waktu itu saya masih ikut senior saya. Dan setelah pensiun senior saya menyuruh saya untuk membuka usaha ini sendiri,” katanya.

Alumnus STM Antartika tahun 1980 ini mengungkapkan saat-saat awal membuka usaha ini, ia membuat perahu Pinisi dan kapal Dewaruci. Namun ia menegaskan dirinya bukan hanya bisa membuat miniatur kapal, menurutnya ia juga pernah membuat miniatur pesawat sukhoi, tank dan lain-lain. “Saya juga bisa membuat miniatur gedung. Semua bisa dibuat asalkan ada gambar contohnya,” jelasnya.

Jodi mengaku dirinya hanya memproduksi ketika hanya mendapatkan pesanan. Meski bukan hal sulit baginya untuk membuat kapal tradisional, namun saat ini dirinya lebih banyak menggarap kapal kargo maupun kapal perang. “Dan saya tidak pernah membuat stok. Artinya jika tidak ada pesananan saya tetap memproduksi itu tidak pernah saya lakukan. Alhamdulillah pesanan hingga saat ini tidak pernah putus. Ada saja order yang datang,” katanya.

Dalam membuat miniatur kapal, Jodi menggunakan bahan-bahan baku seperti fiber, kawat hingga kabel. Dengan menggunakan peralatan seadanya, tidak menghalangi pria berkumis ini untuk menciptakan setiap miniatur kapal mulai dari tahapan merancang dan membuat pola serta tahap produksi hingga menjadi karya seni yang bernilai tinggi. Semua dikerjakannya secara manual.

Miniatur kapal hasil kreativitasnya terdiri dari beragam ukuran. Semuanya dibuat mirip dan detail, seperti aslinya. “Untuk membuatnya, sangat butuh ketelitian. Lamanya proses pembuatan miniatur kapal sangat tergantung pada jenis kapal yang dibuat karena harus sangat mirip dengan aslinya. Apalagi kapal tersebut pesanan konsumen,” katanya.

Jodi mengatakan untuk harga yang termurah Rp 2 juta sampai yang termahal Rp 20 juta. Hal itu menurutnya tergantung ukuran dan kerumitan pembuatannya. Ia mengaku sudah melakukan pemasaran ke berbagai daerah di Indonesia. “Jakarta pernah, Batam juga pernah. Biasanya pemasarannya melalui getok tular,” pungkasnya.(pur)

Keterangan gambar : Budi Cahyono dan Jodi Irianto (kanan) saat menunjukkan miniatur kapal bulk carier cement buatannya.(mus purmadani)

https://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/adakitanews20171008_141820-1024x768.jpghttps://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/adakitanews20171008_141820-150x150.jpgREDAKSIEkbisadakitanews,Berita,miniatur kapal,sidoarjo
ADAKITANEWS, Sidoarjo - Meski telah pensiun bekerja di perusahaan pembuat kapal, namun tak membuat Jodi Irianto berhenti membuat kapal. Hanya saja kini, pria kelahiran Surabaya, 11 Agustus 1959 tersebut membuatnya dalam bentuk miniatur. Ratusan miniatur kapal berbagai jenis juga sudah pernah dibuatnya dan dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia. ========= Siang...