width=

@dakitanewsIMG01323-20141119-1404 Kediri – Eko Prasetyo,22, penunggu sound system warga Desa Sukoharjo, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri, Rabu (19/11) menjalani pemeriksaan di ruang unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Polres Kediri. Pasalnya pelakutelah menyetubuhi Kuncup, 14, (bukan nama sebenarnya -red) pelajar warga Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, sebanyak 13 kali hingga akhirnya hamil 5 bulan.

Informasi yang dihimpun @dakitanews.com, kasus tindak asusila yang dilakukan pelaku ini bermula saat pelaku pada Februari 2014 lalu sedang menunggu sound system di acara hajatan pernikahan salah warga Kecamatan Plemahan.

Saat pelaku berada di acara tersebut, pelaku melihat korban sedang membantu kerabatnya. Dan akhirnya pelaku mendatangi korban lalu kenalan dan meminta nomer telephon korban.

Pelaku yang sering SMS dan telepon korban, akhirnya mereka menjalin hubungan pacaran. Padahal pelaku sudah memiliki istri dan satu anak ini ternyata berniat ingin menyetubuhi korban yang masih duduk di bangku SMP kelas 3.

Hubungan yang sudah berlangsung satu bulan dari perkenalan dan kerap kali pelaku menjemput korban pulang sekolah dan hubungan mereka semakin lengket. Akhirnya, dengan memanfaatkan keluguan korban, pelaku mulai melancarkan aksinya.

Hanya dengan cara pelaku menyuruh korban membuktikan cintanya untuk diajak layaknya suami istri dan jika tidak tulus  maka pelaku akan memutuskan hubungan pacaran. Korban yang sudah jatuh cinta akhirnya menuruti kemauan pelaku berhubungan layaknya suami istri.

Korban pasrah dan akhirnya pelaku mengajak korban ke rumah kosong milik majikan pelaku di Plemahan. Di rumah tersebut, korban diajak hubungan layaknya suami istri. Persetubuhan itupun terulang hingga 13 kali setiap hari Minggu.

Pada saat korban membuka isi sms di Hp pelaku, korban baru mengetahui jika pelaku mempunyai istri. Karena diisi sms tersebut, pelaku disuruh pulang oleh istrinya, karena anaknya menangis mencarinya.

Akhirnya, perut korban yang semakin lama semakin membesar membuat keluarga korban curiga. Saat ditanya orang tua korban, dia mengaku telah disetubuhi oleh pelaku. Kaget mendapat pengakuan dari anaknya, akhirnya orang tua korban melapor ke Mapolres Kediri, Rabu (5/11).

Menanggapi laporan tersebut, akhirnya pelaku yang sempat pergi ke Surabaya, berhasil diringkus petugas, Selasa (18/11) malam pukul 20.00 Wib, saat pelaku bermain Play station di rumah tetangganya.

“Dia (korban.red) saya rayu ajak main gituan mau ya sudah. Saya rayu suruh membuktikan cintanya, kalau tidak saya putus, “terang pelaku.

Kasubbag Humas Polres Kediri AKP Indono Heroe Joedo menuturkan, dari pemeriksaan korban dan keterangan visum, korban hamil 5 bulan. “Pelaku menyebuhui korban sekitar bulan April hingga Mei. Karena melanggar kasus tindak pidana asusila maka pelaku kami jerat 81 jo 82 No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara, “tutur Kasubbag Humas.(gar)

Keterangan Gambar : Pelaku persetubuhan saat diamankan di Polres Kediri.