IMG_0106 avika 2 Avika 1ADAKITANEWS, Nganjuk – Di Indonesia operasi merubah jenis kelamin (Transgender) menjadi sesuatu yang tidak lazim. Namun,bagi Avika Warisman,22, Dusun Kandeg, Desa Waung, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk hampir bunuh diri demi mendapat restu untuk menjalani operasi gender dari ibunya.

Sebelum operasi perubahan kelamin yang dijalani Avika pada 26 Mei 2015 di salah satu rumah sakit di Surabaya, Avika terus berjuang untuk mendapatkan restu dari orang tuanya. Bahkan, Keluarga besar dan tetangga-tetangga terus mengucilkan niat Avika untuk merubah gendernya dari laki – laki menjadi wanita.

“Memang bapak ibu saya, dulunya tidak mengijinkan keinginanku untuk merubah jenis gender saya,” ujar Avika

Mendapat tekanan dari keluarganya, Avika memilih untuk bunuh diri. Avika mengurung diri dalam kamar lalu meminum racun serangga. Beruntung nyawanya masih bisa tertolong meski sempat tidak sadarkan diri selama tiga hari. “Saya merasa sudah tidak sanggup lagi hidup, makanya saya memilih bunuh diri,” kenangnya

Melihat perjuangan Avika tersebut, membuat hati kedua orang tuanya luluh. Bahkan sebelum Ayah Avika meninggal dunia, sempat berpesan untuk segera operasi kelamin. “Pertama kali restu itu dari Almarhum ayah saya yang sebelum meninggal dunia merestui keinginan ini (transgender-red),” tutur Avika

Perjuangan Avika tidak sampai disitu, dia juga harus melalui prosedur-prosedur yang ada untuk mendapat ijin secara medis melakukan transgender. Bahkan, prosedur yang memakan waktu lebih dari lima tersebut membuat Avika sempat putus asa. “Prosedurnya lama banget, membuat saya berfikir untuk pindah tempat operasi ke Bangkok, Thailand, atau Singapore yang saya ketahui lebih praktis dan cepat,”,ujar Avika

Namun, hal itu urung dilakukan setelah kabar yang ditunggu-tunggu tersebut datang. Pihak rumah sakit yang akan memgoperasi Avika memberikan kepastian pelaksanaan operasi. “Saya urungkan karena sudah mendapat kepastian dari Rumah Sakit,” ujarnya

Selebihnya, sampai sekarang Avika merasa lega dan sadar sepenuhnya bahwa seorang transgender masih dipandang sebelah mata dan belum bisa diterima sepenuhnya. Lebih-lebih di lingkungan pedesaan tempat tinggalnya.

’’Tetapi, itu tidak menggoyahkan saya. Sebab, keinginan saya sudah kuat,’’ tegasnya.

Kini terbukti, Avika telah berubah menjadi seorang perempuan cantik dan lebih bahagia menjalani kehidupannya. Saat ini yang sedang ditunggunya adalah menanti kepastian perubahan fisiknya tersebut secara hukum.(Jati)

Keterangan Gambar : Pose Avika saat menjadi perempuan.