Penyelidikan Kasus Tewasnya Bonek Akibat Miras Oplosan Ditutup

ADAKITANEWS, Subang, Jawa Barat – Polres Subang menyatakan telah menutup penyelidikan terkait kasus tewasnya tujuh Bonek asal Sidoarjo yang tewas akibat menenggak minuman keras oplosan.

Informasi yang dihimpun Tim Adakitanews.com menyebutkan, alasan ditutupnya penyelidikan kasus tersebut adalah karena peracik minuman keras oplosan yang menelan korban tujuh suporter Persebaya itu juga ikut menjadi korban meninggal. “Kami nyatakan ditutup. Karena yang meracik minuman oplosan itu tiga Bonek yang meninggal paling duluan,” kata Kapolres Subang, AKBP Yudhi Sulistianto Wahid seperti dilansir dari portal tempo.co, Senin (09/01).

Ketiga Bonek tersebut adalah BAF, HAS, dan RU, yang meninggal pada Sabtu,(07/01). Kemudian disusul NA pada pukul 24.00 WIB, dan SY pada Minggu (08/01) pagi sekitar pukul 05.00 WIB. Korban meninggal berikutnya adalah WA yang menghembuskan napas terakhir pada Minggu (08/01) pukul 14.10 WIB, setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Ciereng Kabupaten Subang. Yang terakhir adalah YU, yang meninggal saat dalam perjalanan pulang ke Sidoarjo. “Jadi data terakhir total Bonek yang meninggal ada tujuh orang,” imbuhnya.

Untuk diketahui, ketujuh Bonek korban minuman oplosan tersebut sebelumnya berniat mengikuti Kongres PSSI di Bandung Jawa Barat pada Sabtu (08/01). Mereka berangkat secara rombongan berjumlah 21 orang sejak Rabu (04/01) dan tiba di Subang pada Jumat (06/01). Setibanya di lokasi, kedua puluh satu Bonek tersebut kemudian menggelar pesta miras dengan alkohol 70 persen yang dicampur dengan air kelapa dan minuman bersoda.

Enam dari tujuh jenazah pendukung Persebaya tersebut kini sudah dipulangkan dan telah dikebumikan pada Senin (09/01 pagi. Sementara, satu jenazah Bonek lain, yakni WA masih berada Rumah Sakit Ciereng menunggu proses pemulangan.(*/kur)

Keterangan gambar: Tiga Bonek yang meninggal saat masih di Puskesmas Pegaden pada Sabtu (07/01) dan proses pemakaman para jenazah di Sidoarjo.(ist)

Recommended For You