_20160904_175600ADAKITANEWS, Madiun – Polres Madiun Kota masih menunggu hasil audit investigasi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jawa. Hal ini terkait proses hukum dari dugaan penyimpangan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMKN 1 Jiwan, Kabupaten Madiun.

Pihak BPKP Perwakilan Jatim sudah melakukan audit investigasi terkait dugaan penyimpangan dana BOS tersebut pekan lalu. Namun, hasilnya yang belum keluar membuat Polresta Madiun masih menunggu sebelum diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Mejayan.

“Setelah pemaparan dari tim Tipikor Sat Reskrim Polres Madiun Kota, tim BPKP pekan lalu selama 3 hari melakukan audit investigasi di sekolah itu. Usai mengaudit sekolah, diteruskan pembahasan soal berbagai hal seperti masih ada kekurangan atau tidak dan lain-lain,” jelas Kasat Reskrim Polres Madiun Kota AKP Masykur, Minggu (04/09).

Ia menyatakan berdasarkan perhitungan Tim Tipikor Sat Reskrim Polres Madiun Kota, dugaan dana bos tahun 2012-2015 total senilai Rp 2 milyar lebih. Menurutnya, Negara mengalami kerugian sekitar Rp 700 juta-Rp 800 juta. “Kami sudah memeriksa sejumlah pihak, kini tinggal menunggu hasil audit investigasi Tim BPKP. Kami tidak tahu, kapan hasil audit itu diserahkan,” ujarnya lagi.

AKP Masykur berharap pihaknya secapatnya bisa menerima hasil audit tersebut. Agar kasus itu secepatnya dikirim ke Kejari Mejayan, selanjutnya disidangkan di Pengadilan Tipikor Surabaya. “Tim BPKP tidak menyebutkan sampai kapan. Mereka hanya menjawab, ya, secepatnya. Semoga sebelum akhir tahun ini (2016) sudah diterima hasil audit investigasi itu,” ujar AKP Masykur.(Uk)

 

Keterangan Gambar : AKP Masykur