2015-12-15_20.18.54ADAKITANEWS, Kediri – Puluhan warga Desa Belor Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri mendatangi kantor Desa setempat, Selasa(15/12) pukul 13.00 Wib. Kedatangan warga tersebut, untuk memperjelas nasib sekaligus meminta keterangan perangkat Desa yang telah menggelapkan ratusan juta uang pinjaman para petani.

“Maksut dan tujuan kami adalah untuk meminta kejelasan akan sartifikat tanah puluhan petani yang menjadi jaminan di Bank,” ungkap Indah warga Desa Balor Kecamatan Purwoasri pada awak media

Menurut Indah, puluhan petani tersebut telah dicurang oleh ketiga pelaku penggelapan uang. Ketiganya yaitu, Sunari Carik sekaligus ketua pemakarsa peminjaman uang pada Bank, Sumadi Wakil Ketua, dan Cholis Agustiono Bendahara yang telah menggelapkan uang setoran para petani dengan jumlah ratusan juta rupiah lebih.

“Kami tidak terima atas perlakuan ketiganya. Kami sudah kehilangan uang ratusan juta rupiah dan kehilangan sartifikat tanah,” jelasnya.

Indah menjelaskan, uang pinjaman para petani itu sangat variatif jumlahnya. Mulai dari Rp 15 juta hingga Rp 50 juta plus sartifikat rumah dan tanah yang tidak pernah ada kejelasannya dari pihak kelompok. “Para petani memiliki kerugian yang sangat besar sekali mas,”terangnya.

Sementara Sunari carik sekaligus ketua pemakarsa peminjaman uang pada Bank berdalih, bahwa semua uang para petani sudah disetorkannya pada Bank yang bersangkutan. “Apa yang dikatakan Ibu Indah itu tidak benar sama sekali,”dalih Sunari pada saat dimintai keterangan awak media.

Namun pada kenyataannya, para petani setelah melakukan pengecekan kepada salah satu bank yang meminjamkan dana Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E) mendapati uang setoran sejumlah ratusan juta rupiah belum disetorkan pihak ketua kelompok pada bank. Sehingga, pihak bank mengeluarkan surat lelang tanah dan bangunan para petani itu.

“Kami sedih mas, uang yang telah kami setorkan pada pihak ketua ia gelapkan sendiri dan kami terancam tidak memiliki rumah lagi,” ungkap Parno korban penipuan perangkat Desa.

Dari data yang dihimpun tim adakitanews.com, jutaan uang yang belum terbayarkan itu masuk pada dua kelompok besar peminjaman. Yaitu kelompok tani Rukun Santoso 1,2,3, dan 4 serta kelompok tani Podo Rukun 1 dan 2 saja dengan jumlah yang sangat variatif.(blot/zay)

Keterangan Gambar : Puluhan warga mendatangi Balai Desa Belor Kecaatan Purwosri Kabupaten Kediri, Selasa (15/12)