ADAKITANEWS, Blitar – Kepala Bidang Jembatan dan Peralatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar, Sugeng Winarno mengatakan, awal tahun 2017 ini beberapa wilayah Kabupaten Blitar terjadi bencana banjir yang menyebabkan beberapa jembatan penghubung antar Desa putus.

Menanggapi hal ini Sugeng menjelaskan pihaknya belum bisa melakukan perbaikan maupun pembangunan jembatan yang rusak tersebut, dikarenakan untuk tahun 2017 ini anggaran yang sudah disiapkan hanya untuk perbaikan dan pembangunan 10 jembatan yang lainnya. “Kita saat ini hanya siapkan anggaran untuk 10 jembatan, dan diantara jembatan yang putus tidak masuk di 10 jembatan ini,” tuturnya, Senin (10/04).

Rencananya anggaran untuk perbaikan jembatan yang putus akibat diterjang banjir ini, lanju Sugeng, akan dianggarkan pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun 2017 ini. “Ya memang beberapa jembatan yang rusak akibat diterjang banjir ini tidak termasuk dalam jembatan yang akan diperbaiki oleh Pemkab Blitar. Jadi untuk anggaran jembatan yang putus ini akan kita anggarkan pada PAK nanti, sekitar bulan Agustus,” tandasnya.

Menurut Sugeng, untuk sementara ini perbaikan jembatan yang rusak tersebut diserahkan sepenuhnya kepada pihak Desa setempat. “Sementara kita serahkan ke Desa. Artinya desa bisa mencari alternatif jalan lain sambil menunggu anggaran nanti,” papar Sugeng.

Untuk diketahui, beberapa jembatan di Kabupaten Blitar yang putus diantaranya jembatan penghubung Dusun Margomulyo dan Dusun Rampalombo Kecamatan Panggurejo Kabupaten Blitar yang putus pada Sabtu (11/02) lalu, dan jembatan penghubung Desa Sragi dan Desa Wonorejo Kecamatan Talun yang putus pada Senin (30/01).(blt2)

Keterangan gambar: Sugeng Winarno, Kepala Bidang Jembatan dan Peralatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar.(ist)