ADAKITANEWSPengemis masih tampak di perempatan lampu merah., Nganjuk – Peraturan daerah (Perda) Kabupaten Nganjuk nomor 8 tahun 2013 tentang Ketertiban Umum khususnya larangan memberi sesuatu kepada pengemis belum berjalan efektif alias mandul. Terbukti, masih banyak pengemis berkeliaran di sejumlah ruas jalan hingga komplek pertokoan.

Meski pihak  Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) sudah memasang beberapa baliho tentang perda itu, namun masih terlihat mandul. Sebab  masih saja banyak dijumpai pengemis di beberapa titik strategis.

Pantaun adakitanews.com, pengemis masih banyak dijumpai di pusat Kota Nganjuk, seperti  di Alun-Alun maupun Jalan Protokol terutama di perempatan lampu merah.

Meski dalam Perda sudah disebutkan akan memberikan sanksi 6 bulan kurungan dan denda Rp 50 juta bagi pengemis maupun pemberi uang kepada pengemis jalanan, akan tetapi hingga siang tadi, Sabtu (11/4) masih dijumpai pengemis di jalan.

“Mungkin sosialisasi yang dilakukan oleh Sat Pol PP terkait Perda Kabupaten Nganjuk nomor 8 tahun 2013 tentang Ketertiban Umum ini, tidak dipahami oleh para pengemis. Sehingga mereka tidak tahu jika dilarang mengemis,” terang suryadi  warga Tanjung anom .

Suryadi menambahkan, memang dilematis bila kita menerapkan perda tersebut. Satu sisi perda ini harus kita dukung, sisi lain hati nurani kita iba terhadap para pengemis itu. “Apalagi jika pengemis itu orangnya sudah tua, kasihan kan,” seru Suryadi.

Rupanya harus dicarikan solusi, agar pelaksanaan perda ini bisa optimal. Langkah yang lebih taktis dari Satpol PP dan Dinas sosial perlu segera dilakukan, agar masyarakat bisa mengerti dan memahami serta mendukung Perda nomor 8 tahun 2013 tentang Ketertiban Umum ini. (Jati/kmto)

Keterangan Gambar : Keberadaan pengemis di salah satu sudut Kota Nganjuk