width=

Kediri(adakitanews.com) — Peredaran kasus narkotika dan penipuan online menjadi catatan khusus bagi Polresta Kediri.

Kapolresta Kediri AKBP Miko Indrayana mengatakan hal yang masih menjadi atensi Polresta Kediri itu pada press rilis akhir tahun, Selasa (29/12/2020).

AKBP Miko Indrayana menjelaskan, berdasarkan hasil evalusasi kinerja personel Polresta Kediri mengalami peningkatan. Hal ini dilihat dari meningkatnya ungkap kasus Polresta Kediri yang dilakukan oleh Satresnarkoba Polresta Kediri.

Selama tahun 2020 ini Satresnarkoba Polresta Kediri mengungkap sebanyak 102 kasus narkotika dan obat keras.

Personel mengamankan sebanyak 136 tersangka. Angka tersebut meningkat 35,29 persen jika dibandingkan dengan tahun 2019 yaitu 66 kasus dengan jumlah tersangka 88 tersangka.

“Peredaran kasus narkoba di tahun 2020 mengalami peningkatan. Hal ini karena aktifnya anggota Satresnarkoba Polresta Kediri. Sementara untuk kasus kriminalitas seperti pencurian mengalami penurunan,” ujarnya.

Dengan demikian, kasus narkotika menjadi atensi bagi Polresta Kediri di tahun 2021 mendatang. Selain kasus narkoba, kasus penipuan jual beli online juga menjadi atensi bagi Polresta Kediri.

Pasalnya di tengah pandemi saat ini, banyak masyarakat yang tertipu saat melakukan jual beli secara online.

AKBP Miko mengatakan, banyaknya kasus penipuan ini tidak lain karena faktor ekonomi. Pelaku menjual barang dagangan dengan harga sangat murah sehingga korban merasa tertarik dan mentransfer sejumlah uang. Namun setelah beberapa waktu barang yang dibeli tersebut tidak kunjung datang.

Saat ini, lanjutnya, Polresta Kediri membentuk tim cyber untuk mendeteksi akun palsu jual beli online. Petugas masih melakukan pendalaman mengenai laporan penipuan melalui media sosial seperti facebook, instagram dan media sosial lainnya.

“Kebanyakan penipuan jual beli online kendaraan melalui media sosial seperti facebook. Anggota Satreskrim Polresta Kediri ini saat ini sedang menyelidiki beberapa toko online,” tegasnya. (Oky)