Permainan Tradisional Anak Maluku

1054


Sejatinya anak-anak memang lebih suka menghabiskan waktu mereka untuk bermain dan bersenang-senang bersama teman-temannya, tak pernah terlintas dalam pikiran mereka untuk susah dan memikirkan masalah sosial, yang mereka tahu adalah bermain dan bersenang-senang karna semuanya sudah disediakan.

Permainan adalah yang dijadikan media bersenang-senang. Setiap daerah pastinya memiliki permainannya sendiri dengan ciri khas masing-masing, contohnya adalah Maluku. Daerah kepulauan ini memiliki permainan daerah yang khas dengan budaya masyarakatnya, apakah itu? Mari kita simak bersama.

1. ENGGO LARI / ENGGO RAJA / ENGGO BASAMBUNYI
Enggo lari atau disebut juga Enggo raja atau Enggo sambunyi adalah nama Maluku untuk permainan Petak Umpet. Sejatinya, petak umpet memang ada di semua daerah di Indonesia dan hanya penyebutannya saja yang berbeda-beda di tiap daerah. Enggo lari/ enggo raja / enggo sambunyi dimainkan sama seperti yang diketahui pada umumnya. Permainan ini dimainkan oleh lebih dari 2 orang dan ada satu orang yang akan menjadi penjaga Enggo. Enggo adalah titik dimana sang penjaga akan menutup mata disaat yang lain pergi bersembunyi dan mejaga titik itu agar tidak disentuh oleh pemain lain sebelum ia menemukan semua pemain yang bersambunyi. Lagu yang akan dinyanyikan oleh si penjaga adalah :

satu cari tampa
dua basambunyi
tiga grak,, 1,2,3,4,5,………. (Menghitung sampai batas ketentuan)

Saat sang penjaga berhasil menemukan salah satu pemain yang bersembunyi, ia akan berteriak “”ENGGO” sebagai tanda bahwa sang pemain sudah kalah dan harus keluar dari persembunyiannya, sedangkan pemain yang sudah ditemukan itu masih bisa menang kalau ia dapat berlari dengan cepat menyentuh Enggo sebelum disentuh oleh si penjaga dengan berteriak Enggo. Pemain yang sudah kalah / ditemukan masih bisa selamat kalau ada pemain lain yang bisa merebut Enggo dari si penjaga dengan berteriak “ENGGO”.

2. LENG KALI LENG
Permainan yang berikut ini memiliki nama yang cukup unik, yaps Leng Kali Leng. Tidak ada sejarah pasti dari mana nama ini menjadi identitas permainan satu ini dan dari mana dia berasal. Permainan ini dimainkan dengan menyanyikan lagu Leng Kali Leng sambil berputar mengelilingi si buta. Lagunya berbunyi :

leng kali leng
kali leng cina buta
awas anak kecil
ditangkap cinta buta, buta…

Permainan ini dimainkan oleh banyak pemain, salah satunya akan menjadi si Cina Buta dan yang lainnya adalah orang biasa. Si cina buta akan ditutup matanya dengan kain dan sebagainya, pemain lainnya akan membuat lingkaran dengan berpegangan tangan dan si cina buta akan duduk ditengah-tengah lingkaran itu. Mereka akan berputar-putar mengelilingi si cina buta sambil bernyanyi lagu Leng Kali Leng dan diakhir permainan mereka akan berteriak buta sambil mengacak-acak rambut di cina buta. Para pemain akan memencara dan si cina buta akan mencari mereka dengan mata tertutup. Diharus menangkap salah satu pemain dan menebak identitas si penebak itu, jika ia benar makan pemain itu dinyatakan kalah dan menjadi si cina buta, apabila salah maka permainan dimainkan ulang dan ia tetap menjadi cina buta.

3. LEMON NIPIS
Permainan ini dinamai sesuai dengan lagunya. Lagu Lemon nipis seperti berikut.

lemon nipis
taguling-guling
guling apa dilobang cacing
saratus digulung-gulugn
dua ratus dikawalinya-linya-linya-linya

Permainan ini dimainkan oleh banyak orang, dua orang akan membentuk sebuah lorong dengan tangan mereka yang terangkat ke udara membentuk mulut lorong. Kemudian yang lain akan berbaris kebelakang dan pemain yang dibelakang akan meletakkan tangan mereka dipundak pemain didepan.

Mereka akan menyanyikan lagu Lemon Nipis sambil berjalan bagaikan kereta masuk-keluar lorong yang dibuat dua pemani lain sampai pada lirik terakhir yang diulang-ulang dan ada satu pemain yang akan masuk dalam lingkaran yang dibuat dua pemain yang membuat lorong tadi. Si pemain yang tertangkap akan memilih untuk menjadi anak buah siapa, yang disebelah kana atau kiri dan ia akan berdiri dibelakang juragannya sambil memegang pundaknya. Permainan akan dimainkan terus sampai tinggal satu pemain dan pemain itu dinyatakan kalah.

4. BETA KAYA KAYA, BETA MISKIN MISKIN.. MARI ETE MARI O
Permainan ini menggambarkan status sosial yang berbeda. Ada si kaya dan si miskin dalam permainan ini yang dimainkan dengan iringan lagu yang dinyanyikan berbalasan.

Si kaya : Beta kaya kaya kaya mariete mario
Si Miskin : Beta miskin miskin mariete mario
Si Kaya : Betalah mau sorang dari pada kamong ……(Menyebutkan jumlah orang dalam kelompok miskin) mariete mario
Si Miskin : Ose lah mau minta sama dari pada katong …… (Menyebutkan jumlah orang dari kelompok mereka) mariete mario
Si Kaya : Betalah mau minta …. (Menyebutkan nama pemain) mariete mario
Si Miskin : Ambel dia par ose jua mariete mario

Permainan ini akan dimainkan oleh banyak orang yang dibagi dalam 2 kelompok sama banyak yaitu si kaya dan si miskin. Si kaya dan si miskin akan berdiri berhadap-hadapan dalam barisan horizontal. Mereka akan bernyanyi berbalas-balasan sambil berjalan maju-mundur. Si kaya akan meminta salah satu dari si miskin untuk menjadi bagian mereka dan menyebutkan namanya dalam lagu. Si miskin akan memberikan pemain yang diminta si kaya dan pemain itu menjadi bagian dari mereka. Mereka akan terus bernyanyi berbalas-balasan sampai tertinggal satu pemain di kelompok si miskin.

5. SEKOLAH BATU
Permainan ini mengandalkan keberuntungan dalam menebak. Uniknya permainan ini adalah dalam lagu yang dinyanyikan tidak menyebutkan kata sekolah batu, entah darimana nama sekolah batu ini menjadi identitas permainan satu ini. Lagunya berbunyi :

sabiji katumbar dua biji ganemu
siapa loko batu cabu rukukuku
caburukuku caburukuku caburukuku

Permainan ini dimainkan dua kelompok dengan jumlah anggota sama banyak dan akan duduk berdempet-dempetan sehingga tidak ada cela yang dapat dilihat kelompo lawan. Kedua kelompok akan duduk berjauh-jauhan sambil berhadapan satu sama lain. Salah satu pemain akan duduk di belakang pemain lain dan bertugas menjalan batu sambil bernyanyi. Batu yang dipegang pemain tersebut akan dijalankan ditangan-tangan pemain lain di depannya yang tangannya disembunyikan di belakang sambil terbuka siap menampung batu. Pemain yang bertugas dibelakang akan meletakan sembarang batu itu ditangan salah satu pemain di depanya sebelum lagu berakhir. Saat lagu berkata Caburukuku Caburukuku Caburukuku pemain yang di depan akan mengangkat tangan mereka sambil menggoyangkannya ke depan dan menarik kebelakang sambil bernyanyi Caburukuku Caburukuku Caburukuku . Saat lagu berakhir, kelompok lawan akan menebak ditangan siapa batu itu berada dan apabila benar kelompok itu bergiliran untuk memainkan permainan ini dan kelompok yang tadi akan menebak, tapi bila salah maka mereka dinyatakan kalah dan kelompok pertama akan mengulang permainan.

6. BOI
Permainan yang satu ini merupakan permainan yang cukup sangat melelahkan, permainan ini bernama Boi. Tidak saya temukan sejarah yang menjelaskan darimana asal nama Boi ini sebagai identitas nama permainan ini, sedangkan Boi adalah salah satu nama negeri (kampung) di pulau Saparua, mungkinkah permainan ini berasal dari sana ?? . Permainan ini dimainkan oleh banyak orang mulai dari anak-anak, remaja hingga anak-anak muda.

Permainan ini dimainkan dengan cara menyusun batu yang permukaannya datar atau pecahan tehel rumah yang disusun hingga mencapai tingkat ketinggian setara lutut anak kecil atau bisa lebih selagi tumpukannya tidak jatuh karena terlalu tinggi kemudian tumpukan itu dilempar dengan bola yang aman (biasanya dipakai bola tenis). Para pemain yang ikut akan hompimpa untuk menentukan salah satu orang yang bertugas menjaga Boi atau tumpukan batu tadi. Yang terpilih akan berdiri dibelakang tumpukan batu dan pemain lain berbaris kebelakang pada jarak yang cukup jauh di depan tumpukan batu. Para pemain lain akan melempar tumpukan itu dengan bola secara bergantian.

Apabila ada pemain yang berhasil meruntuhkan tumpukan itu, maka pemain yang berjaga dibelakangnya harus segera mengambil bola itu dan melempar semua pemain lain sebelum ada pemain yang lain berhasil menyusun tumpukan batu tadi. Apabila semua pemain berhasil dilempar oleh dipenjaga sebelum tumpukan berhasil disusun, maka dia menang dan pemain yang pertama terkena lemparan bola akan menggati posisinya untuk menjaga tumpukan itu, namun apabila ada pemain yang berhasil menyusun kembali tumpukan itu sebelum semua pemain berhasil dilempar maka si penjaga dinyatakan kalah dan harus kembali menjaga tumpukan itu. Kekalahan si penjaga ditandai dengan adanya pemain yang berteriak “BOI” sebagai tanda bahwa tumpukan batu berhasil disusun kembali.

7. SA PIRING DUA PIRING, SA SENDO DUA SENDO
Piring ya piring, sendo ya sendok, hanya sedikit berbeda dengan bahasa Indonesia. Permainan ini sangat menyenangkan dan dimainkan oleh anak-anak, tak jarang ada remaja maupun muda-mudi yang ikut memainkan permainan ini. Permainan ini dimaikan dengan menyanyikan lagu :

sa piring dua piring
sa sedno dua sendo
siapa namamu harus dijawab
dengan tepat dan sesingkat-singkatnya

Para pemain berjumlah lebih dari 5 orang yang kemudian berkumpul dan membentuk lingkaran. Tangan kanan pemain yang satu berada diatas tangan kiri pemain disamping kanannya dan tangan kirinya berada dibawah tangan kanan pemain disebelah kirinya, posisi tangan ini dilakukan memutar pada semua pemain. Sebelum bermain, mereka akan berunding menentukan topik permainan biasa berupa nama buah atau pahlawan kartun dan sebagainya, setelah itu mereka akan menyanyikan lagu Sa Piring Dua Piring Sa Sendo Dua Sendo sambil tangan kanan mereka menepuk tangan kanan teman disampingnya sambil berputar mengikuti arah jarum jam.

Siapa yang terkena tepukan terakhir saat lagu berakhir, akan menyebutkan nama sesuai dengan topik yang sudah ditentukan dan keluar dari lingkaran, hal ini dilakukan hingga tinggal dua pemain. Apabila tinggal dua pemain, mereka akan melakukan hal yang sama dengan pemain yang lain, pemain yang tidak mendapat giliran untuk menyebutkan nama akan dinyatakan kalah. Setelah semua pemain sudah memiliki nama masing-masing yang berbeda, maka permainan sesungguhnya dimulai. Pemain yang tidak memiliki nama akan mengejar pemain yang sudah memiliki nama. Si tanpa nama akan terus mengejar salah satu dari mereka, apabila kelelahan sang pemilik nama dapat berhenti dan memanggil nama pemain lain sekuat-kuat mungkin sebelum ditangkap si tanpa nama.

Pemain lain yang namanya disebutkan akan dikejar oleh si tanpa nama, hal ini akan dilakukan terus sampai si tanpa nama berhasil menangkap salah satu pemain bernama. Setelah menangkap, nama si pemain itu akan menjadi nama si tanpa nama, dan pemain yang tertangkap itu sekarang tidak bernama dan ia harus mengejar pemain lain dan menangkap mereka untuk mendapat nama. Apabila si tanpa nama tidak berhasil menangkap salah satu pemain bernama dan ia sudah kelelahan maka permain diulang dengan cara dan peraturan yang sama .

8. PAK POLISI
Nah yang ini lumayan unik. Biasanya kalau kita binggung dan tersesat disebuh kota maka pak.polisi adalah tempat paling baik untuk melapor. Permainan ini menerapkan konsep yang sama dengan topik yang beragam mulai dari buah, tempat, hewan, dan lain-lain. Lagunya seperti ini :

pak polisi enjes-enjes
numpang tanya sebentar
atas nama ……. (sebutkan topik)
misalnya dari ……. (menyebutkan nama salah satu pemain)

Permainan ini dimaikan dengan gerakan tangan yang jenaka sambil menggerakkan tubuh. Mereka akan terus menerus menyebutkan nama topik yang dipilih dan tidak boleh sama atau menyebutkannya dua kali. Apabila ada yang melanggar maka ia dikelurkan dari permainan dan kalah. Permainan dilakukan hingga tersisa dua pemain. Dari dua pemain itu akan ada satu yang kalah, dan yang menang akan memerintahkan kepada pemain yang kalah tadi untuk melakukan sesatu namun yang wajar-wajar. Setelah itu permainan diulang lagi dengan peraturan yang sama.

9. DOMIKADO MIKADO EKSTRA
Kalau yang ini tidak kalah menyenangkan. Permainan ini dimainkan banyak anak-anak yang duduk membentuk lingkaran, tangan kanan mereka berada diatas tangan kiri pemain disebelah kanannya dan tangan kirinya dibawah tangan kanan pemain disebelah kiri mereka. Mereka akan saling menepuk melingkar sambil menyanyikan lagu :

domikado mikado ekstra
esktra jos ekstra jos
caberawit six one two
one two three four five six seven eight

Pemain yang terkena tepukan terakhir akan keluar dari lingkaran dan dilakukan terus hingga tersisa dua pemain yang akan saling beradu suwit sambil benyanyi :

rambo rambo rambo jago tinju
roki roki roki jago tembak
dua-duanya sama-sama suten

Siapa yang menang akan memberi perintah kepada pemain yang kalah. Permainan diulang lagi dengan peraturan yang sama.

10. PATA-PATA
Permainan ini cukup berbahaya dan jarang dimainkan oleh anak kecil, biasanya dimainkan oleh laki-laki remaja, muda dan dewasa. Alat permainan ini dibuat dari satu ruas batang bambu yang dibolongkan kedua sisinya dan sebuah tongkat yang terbuat dari irisan ruas bambu lain sebagai pendorong peluru dan potongan kelapa kering atau bunga jambu.

Para pemain akan saling menembak satu sama lain dengan alat itu, kelapa kering atau bunga jambu akan dimasukkan pada ujung bawah dan ditembak dengan didorong oleh pendorong dari bawah. Pendorong itu diberi bambu yang berukuran sama dengan bambu rongga diatasnya sebagai pegangan. Permainan ini akan menimbulkan rasa sakit apabila terkena badan, oleh sebab itu permainan ini hanya dimainkan oleh lelaki dan bukan anak kecil.

source: Go Mollucas