ADAKITANEWS, Tulungagung – 150 peternak penggemukan kambing di kampung kambing, Desa Blimbing Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung yang tergabung dalam kelompok ternak Karya Putra Mandiri, mengeluhkan tentang turunnya pesanan kambing untuk hewan kurban pada Idul Adha tahun 2017 ini.

Penurunan pesanan kambing kurban ini dirasakan oleh ratusan peternak kambing. Dibandingkan pesanan Idul Kurban tahun lalu, saat ini mengalami penurunan hingga sebesar 30 persen. Jika tahun lalu penjualan bisa mencapai 65 ekor kambing, kini hanya bisa menjual 50 ekor kambing saja.

“Untuk tahun ini, pesanan kambing kurban mengalami penurunan sebesar 30 persen dibanding tahun lalu. Mungkin karena kondisinya lagi sulit,” kata Nakib Handasah, salah satu peternak di kampung kambing.

Di kampung kambing ini, para peternak menggemukkan tiga jenis kambing yakni peranakan ettawa (P.E), jawa randu, peranakan P.E dengan kambing jawa dan jenis domba. Di sentra peternakan kambing ini, diketahui jumlah populasi kambing ada sebanyak 1.300 ekor. Sedangkan yang paling banyak diminati pembeli yaitu kambing jenis jawa randu.

Untuk keperluan hewan kurban yang telah memenuhi persyaratan, harga jualnya juga bervariasi, tergantung berat kambing. Kambing ukuran besar yang paling laris dipesan pembeli adalah seharga Rp 3 juta hingga Rp 4 juta per ekor. Sedangkan kambing ukuran kecil, seharga Rp 1,8 hingga Rp 3 juta.

Untuk tahun ini, meski harganya diturunkan Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu, tetap saja tidak mampu mendongkrak penjualan. Dimungkinkan sepinya permintaan kambing kurban ini karena kondisi perekonomian yang masih belum stabil. Padahal untuk kondisi normal, peternak-peternak di kampung kambing biasanya mampu meraup keuntungan Rp 400 ribu sampai Rp 500 ribu.

“Meski harga jual kambing sudah kita diskon antara Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu, kondisinya sama saja, tidak membantu penjualan,”pungkas Nakib.(ta1)

Keterangan gambar : Gerbang masuk kampung kambing tampak sepi.(foto : acta cahyono)