2015-07-24_20.34.25

ADAKITANEWS, Kota Kediri – PT Pertamina (Persero) secara resmi telah meluncurkan bahan bakar minyak (BBM) baru berjenis Pertalite pada Juma’at (24/7). Namun,  hingga saat ini keberadaan BBM jenis baru tersebut tidak diketahui oleh mayoritas masyarakat di Kota Kediri.

Sunaryo warga Kelurahan Semampir Kota Kediri mengatakan baru kali ini mendengar jika ada BBM jenis baru. Sunaryo berharap jika memang ada BBM jenis baru semoga tidak membebani warga di kalangan menengah ke bawah. “Saya belum tahu itu mas, iya kalau memang benar-benar ada, harapannya harganya lebih murah atau terjangkau gitulah mas,” harapnya

Bukan hanya Sunaryo, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi (Disperindagtamben), Yetty Sisworini juga belum mengetahui jika ada BBM jenis baru. “Saya tidak tahu kalau ada BBM jenis baru itu (pertalite-red),” ujar Yekti.

Informasi yang dihimpun tim adakitanews.com, PT Pertamina baru mengirim BBM berjenis Petralite tersebut ke 3 kota besar di Indonesia dengan harga Rp. 8.400 sebagai uji pasar. Untuk pengiriman ke daerah-daerah seperti Kota Kediri belum diketahui kapan BBM jenis baru tersebut dikirim.

Heni salah satu pengawas SPBU di Jalan Joyoboyo Kota Kediri mengaku belum mengetahui kapan BBM jenis pertalite tersebut datang. Dia mengaku hanya menunggu perintah dari pimpinan apabila pertalite akan datang. “Tidak tahu kapan pertalite datang. Persiapannya juga tidak tahu, saya hanya menunggu perintah dari atasan saja mas,” ujarnya.

Ditemui di tempat terpisah, Qoriah pengawas di SPBU Jl Letjen Haryono mengatakan telah menerima pengumuman tentang pendistribusian Pertalite ke sejumlah daerah. “Kami sudah mempersiapkan 2 tangki pendam yang sebelumnya berisi premium untuk menempatkan Pertalite itu, serta dua pendam lainya tetap terisi premium,” jelas Qoriah

Perlu diketahui, Pertalite memiliki level Research Octane Number (RON) 90. Angka itu lebih tinggi dibanding jumlah RON yang dimiliki BBM jenis Premium dengan RON 88 dan lebih rendah dari Pertamax yang memiliki RON 92. Dari perbedaan tersebut membuat pembakaran mesin yang menggunakan pertalite lebih baik dari pada menggunakan premium.(zay)

Keterangan Gambar : Petugas POM di KOta Kediri belum siap menerima pertalite. Mereka belum keal BBM jenis baru ini