ADAKITANEWS, Tulungagung – Ada yang lain dalam prosesi jamasan pusaka Kabupaten Tulungagung, Tombak Kyai Upas tahun ini, Jumat (06/10). Pusaka yang biasanya dijamas di lingkungan Pendapa Kanjengan, kali ini sengaja dibawa ke lokasi lain.

Kyai Upas merupakan sebuah pusaka berbentuk tombak yang memiliki landean (kayu pegangannya) tidak kurang dari 5 meter. Pusaka ini, berasal dari Mataram yang oleh masyarakat Tulungagung dianggap sebagai pusaka daerah.

Jika prosesi sebelumnya dilakukan di Pendapa Kanjengan dan dilaksanakan oleh keluarga Pringgokoesomo, namun sejak pusaka itu diserahkan oleh pihak keluarga kepada pemerintah daerah pada 19 Desember 2016 lalu, pelaksanaan jamasan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tulungagung di Kantor Arsip Dan Sekretariat Dokumentasi, yang lokasinya bersebelahan dengan Pendopo Kanjengan, di Jalan Urip Sumoharjo, Kepatihan Tulungagung.

“Ini pertama kalinya jamasan dilakukan di sini (Gedung Arsip), meski baru pertama kali dilakukan di tempat baru, prosesi jamasan berjalan dengan lancar,” ujar Sunarto, selaku panitia pelaksana.

Prosesi diawali dengan penyerahan air “Nawa Tirta” yang diambilkan dari 9 sumber mata air, kepada Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo. Air tersebut kemudian diserahkan kepada sesepuh adat untuk dilakukan prosesi jamasan.

Meski mengalami perubahan tempat, namun untuk waktunya tetap sama seperti sebelumnya, yaitu pada hari Jumat, antara tanggal 11 hingga 20 bulan Muharam atau bulan Suro dalam kalender Jawa setiap tahunnya.

Upacara jamasan ini sendiri bila dicermati lebih dalam, mengandung nilai-nilai budaya sebagai acuan dalam kehidupan sehari-hari. Antara lain kebersamaan, ketelitian, gotong royong, dan religius.

Sementara dalam kesempatan itu, Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo meminta kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung untuk lebih inovatif dalam mengemas ritual jamasan Pusaka Kyai Upas ini. Syahri menilai, pelaksanaan prosesi tersebut kurang maksimal.

“Jika acara ini dikemas secara menarik, tentu ini menjadi daya tarik bagi wisatawan. Buktinya saat ini, masyarakat Tulungagung saja banyak yang tidak tahu,” kata Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo.

Syahri mengaku sangat menyayangkan jika potensi wisata ini dilewatkan begitu saja. “Selain untuk memperkenalkan budaya Tulungagung, juga akan memberikan dampak secara ekonomi bagi warga sekitar,” pungkas Syahri.

Keterangan gambar : Sesepuh adat sedang melakukan prosesi jamasan Kyai Upas.(foto : acta cahyono)

https://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/061017-ta1-tulungagung-jamasan-1024x573.jpghttps://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/061017-ta1-tulungagung-jamasan-150x150.jpgREDAKSISeni Budayaadakitanews,Berita,jamasan,Kyai upas,pusaka,Tulungagung
ADAKITANEWS, Tulungagung – Ada yang lain dalam prosesi jamasan pusaka Kabupaten Tulungagung, Tombak Kyai Upas tahun ini, Jumat (06/10). Pusaka yang biasanya dijamas di lingkungan Pendapa Kanjengan, kali ini sengaja dibawa ke lokasi lain. Kyai Upas merupakan sebuah pusaka berbentuk tombak yang memiliki landean (kayu pegangannya) tidak kurang dari 5...