ADAKITANEWS, Nganjuk – Puluhan kelompok tani di Kabupaten Nganjuk komplain atas kebijakan Bulog yang secara sepihak mengubah harga beli bawang merah. Semula disepakati, Bulog siap membeli bawang merah petani seharga Rp 20 ribu per kilogram, namun harganya tiba-tiba berubah menjadi Rp 18.540 per kilogramnya.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh para petani dalam acara diskusi dengan Dirjen Holtikultura Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk di aula Makodim 0810/Nganjuk, Kamis (26/05).

Pertemuan sempat memanas lantaran perwakilan kelompok tani tidak puas dengan hasil diskusi. Mereka merasa menjadi korban penipuan karena Bulog tidak menepati perjanjian yang dibuat. Para kelompok tani menyebutkan, sebelumnya Bulog bersedia membeli bawang merah dari petani seharga Rp 20 ribu per kilogram dengan kualitas kering dan ukuran standar. Perjanjian tertulis yang melibatkan pihak Bulog dan kelompok tani tersebut bahkan diketahui oleh Dinas Pertanian setempat. Di dalam perjanjian, disebutkan jika harga yang disepakati itu akan berlaku sejak bulan Mei hingga Desember 2016 mendatang.

Tetapi kenyataannya harga dari Bulog tiba-tiba berubah menjadi Rp 18. 540 per kilogram sebelum akhir bulan Mei 2016. Hal ini otomatis membuat para petani kelabakan lantaran beberapa diantaranya sudah ada yang melakukan pembayaran dimuka untuk mendapatkan pasokan bawang merah sebanyak mungkin.

“Setelah kunjungan Menteri Pertanian beberapa waktu lalu, kami diiimbau untuk menyediakan stok bawang merah dengan mencari sebanyak mungkin. Otomatis kita sudah melakukan pembayaran awal karena harga yang disepakati dengan pihak Bulog sesuai anjuran Mentan. Kalau harga turun secara mendadak seperti ini, jelas kami dirugikan,” ungkap Kosim, perwakilan petani dari Gapoktan Tani Rahayu Desa Putren.

Hal senada juga diungkapkan oleh Akad, perwakilan kelompok tani lain. Pihaknya menyayangkan perubahan harga yang dilakukan secara mendadak oleh Bulog. Akad mengatakan, seharusnya jika memang ada perubahan harga, pihak Bulog memberikan jeda waktu agar petani bisa mencari solusi terkait langkah yang sudah mereka ambil.

“Seharusnya jangan mendadak seperti ini. Jadi kami bisa antisipasi dan mencari solusi untuk langkah yang sudah kita ambil. Kalau begini, para petani pasti merugi. Dan ini termasuk pembohongan terhadap para petani,” tegasnya.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Spudnik Sujono mengatakan, pihaknya akan mengusahakan agar 136,4 ton bawang merah yang sudah ditimbang oleh Bulog tetap dibeli dengan harga Rp 20 ribu per kilogram. Menurutnya, Bulog setempat juga tidak bisa mengambil keputusan sendiri lantaran perannya hanya menjalankan kebijakan dari pusat. “Saya sudah komunikasikan dengan pihak Bulog agar bawang merah yang sudah ditimbang tetap dibeli dengan harga semula,” ujarnya.

Di tengah memanasnya suasana diskusi, perwakilan dari Bulog tetap tidak memberikan solusi terkait masalah yang dialami para petani. Bulog menegaskan tetap akan membeli bawang merah dari petani dengan harga yang baru, yakni Rp 18.540 per kilogram. Sedangkan untuk batas waktunya hingga kapan tidak bisa ditentukan karena tetap menunggu keputusan dari pusat.(Jati)

Keterangan Gambar : Dialog Gapoktan dengan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, menuai protes petani karena bulog dianggap sepihak menurunkan harga