width=

IMG_20160320_150052-1ADAKITANEWS, Kediri – Naiknya harga satuan tomat yang terjadi sepekan ini, membuat para petani di Dusun Swaluh Desa Sambirejo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri menyambut gembira panen kali ini. Pasalnya, kenaikan harga tomat ini berbarengan dengan panen tomat, sehingga mereka mendapatkan keuntungan cukup besar daripada panen sebelumnya.

Pantauan tim adakitanews.com kelokasi, nampak petani sedang memetik buah tomat yang sudah berwarna kuning kemerahan. Buah tomat yang dipetik langsung dimasukkan pada keranjang berjaring untuk dijual pada para pedagang di pasar grosir Pare.

“Biasanya kami jual pada pedagang di pasar Grosir Pare,” ungkap Pak No seorang petani tomat asal Dusun Swaluh, Senin(21/03).

Menurutnya, panen tomat kali ini mampu menambah pundi-pundi keuntungan dari pada panen di bulan lalu. Pak No menambahkan, harga perkilogram tomat pada minggu ini sudah mencapai Rp 12 ribu dari pihak penjual. “Perkilo sekarang mencapai harga Rp 12 ribu mas,”jelasnya.

Bagi Pak No, untuk mendapatkan hasil yang melimpah setiap musim panen, dirinya harus merawat tanaman dengan penuh kesabaran dan banyak menghabiskan obat-obatan pencegah penyakit daun dan buah tomat. “Harus extra sabar merawat tanaman tomat, karena butuh banyak biaya obat-obatan,” urainya.

Sementara Subur karyawan Pak No menjelaskan, dalam sepetak tanah panen tomat kali ini mampu menghasilkan tiga keranjang penuh berisi tomat segar. “Sekarang dapat 3 keranjang dengan harga jauh lebih baik mas,”terangnya.
Diakuinya, panen bulan lalu harga tomat berkisar antara 3-7 ribuan di tingkat pembeli. “Alhamdulillah, harga tomat naik sekarang mas,” tuturnya.(blot)

Keterangan Gambar : Pak No petani tomat asal Dusun Swaloh Desa Sambirejo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri