Kediri(adakitanews.com)—Petugas gabungan dari Polres Kediri, TNI, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan (Dishub) memeriksa tempat-tempat yang digunakan untuk nongkrong, di antaranya kafe dan warung untuk menjalani rapid test di tempat, Jumat malam (17/7/2020).

Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono S.I.K menjelaskan, patroli sekaligus pemeriksaan tempat-tempat tongkrongan anak muda ini dilakukan sebagai salah satu upaya penertiban.

“Kegiatan penertiban ini khususnya bagi masyarakat yang tidak mempunyai kepentingan mendesak dan akhirnya mereka bergerombol,” jelas AKBP Lukman.

Meskipun Maklumat Kapolri sudah dicabut, kata AKBP Lukman, namun Kediri masih termasuk zona oranye sehingga penertiban dan batas jam malam pun masih diberlakukan.

“Termasuk jika ada kerumunan-kerumun orang terutama yang sudah lewat di atas pukul 21.00 WIB ini kami tertibkan,” tegas Kapolres Kediri.

Bagi pengunjung kafe maupun masyarakat yang berada di satu lokasi dengan jumlah cukup banyak, personel Polres Kediri dan Dinkes segera memeriksa suhu tubuh mereka. Apabila suhu tubuh menunjukkan lebih dari 37 derajat selsius, maka mereka akan diarahkan untuk menjalani rapid test di lokasi tersebut.

AKBP Lukman mengungkapkan, diberlakukan pemeriksaan hingga rapid test ini diharapakan masyarakat lebih tertib dan tidak ke luar rumah jika tidak memiliki kepentingan mendesak. “Setelah dilakukan pemeriksaan serta rapid test, bagi mereka yang menunjukkan hasil reaktif maka akan kami bawa ke Mapolres Kediri,” ungkap AKBP Lukman.

Tidak hanya dibawa ke Mapolres Kediri, lanjutnya, mereka yang reaktif setelah rapid test Polres Kediri akan berkoordinasi dengan Polsek dan Kepala Desa untuk menindaklanjuti. Mereka akan dibawa ke kantor desa untuk menjalani isolasi mandiri selama 14 hari.

“Mereka diminta untuk mengisolasi diri di rumah masing-masing atau di ruang isolasi yang berada di kantor desa,” tandasnya.(gar).