ADAKITANEWS, Kota Kediri – Menjelang penetapan calon Walikota dan Wakil Walikota Kediri, masih banyak kemungkinan yang bakal terjadi. Bahkan hal yang terburuk, yakni adanya calon yang dinyatakan tidak memenuhi syarat hingga akhirnya terpaksa gagal mengikuti ajang Pilkada serentak 2018 mendatang.

Selain menunggu hasil tes kesehatan yang telah dilakukan pada Kamis (11/01) hingga Jumat (12/01) lalu, nasib ketiga bakal pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Kediri juga akan ditentukan dengan hasil penelitian Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri tentang berkas dan syarat pendaftaran.

Dikonfirmasi Tim Adakitanews.com, Ketua KPU Kota Kediri, Agus Rofiq mengatakan, hasil penelitian berkas dan syarat pendaftaran bacalon Walikota dan Wakil Walikota Kediri akan disampaikan antara tanggal 17-18 Januari 2018.
“Kemudian mulai tanggal 18 sampai dengan 20 Januari 2018, itu masa-masa perbaikan terhadap berkas calon yang dinyatakan butuh dilakukan perbaikan,” ujarnya, Senin (15/01).

Terkait tes kesehatan yang akan diterima pihak KPU Kota Kediri pada Selasa (16/01) besok, Agus Rofiq menyatakan bahwa hasil tes tersebut merupakan salah satu syarat yang tidak bisa diperbaiki. “Nanti nilainya ada 2. Dinyatakan mampu dan tidak mampu. Nah tinggal mana. Kalau hasil tes dinyatakan mampu, berarti bisa melanjutkan (pencalonan,red), kalau dinyatakan tidak mampu, maka berarti tidak bisa melanjutkan karena hasil tes kesehatan itu bersifat final dan mengikat,” tambahnya.

Sementara soal tidak adanya stempel dan tanda tangan basah di surat rekomendasi salah satu paslon, yakni dr Samsul Ashar – Teguh Juniadi, Agus Rofiq mengakui bahwa nantinya pihaknya bakal melakukan klarifikasi kepada pembuat rekom.

“Nanti kita akan klarifikasi. Sepanjang itu diakui keabsahannya oleh DPP, kita tidak masuk ke wilayah apakah (tandatangan,red) itu basah atau tidak. Yang terpenting adalah surat persetujuan itu benar-benar diakui pihak yang memberikan persetujuan.

Sekadar diketahui, dalam masa pendaftaran bakal pasangan calon Walikota dan Walikota Kediri, telah ada 3 paslon yang mendaftarkan diri ke KPU Kota Kediri. Ketiga paslon tersebut yakni pasangan petahana, Abdullah Abu Bakar – Lilik Muhibbah yang diusulkan oleh Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Nasdem, pasangan Aizzudin Abdurrahman – Sujono Teguh Wijaya yang diusulkan oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Gerindra, serta pasangan Samsul Ashar – Teguh Juniadi yang diusulkan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Hanura.(kur)

Keterangan gambar: Ketua KPU Kota Kediri, Agus Rofiq.(foto: kurniawan)