ADAKITANEWS, Kota Madiun – Hari pertama Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP di Kota Madiun sempat diwarnai insiden. Pasalnya, beberapa pin milik siswa pendaftar tidak bisa diakses. Hal tersebut tentu saja kepanikan bagi para orangtua.

Berdasar pengamatan Tim Adakitanews.com di SMPN 1 Madiun, beberapa siswa dan orangtua terlihat bergegas keluar dari ruangan untuk segera mengurus pengantian pin.

“Memang benar ada beberapa siswa yang tidak bisa diakses pin nya, untuk itu siswa diimbau untuk kembali ke sekolah asal untuk melakukan penggantian pin,” jelas Yoyok, selaku operator pendaftaran di SMPN 1.

Meski hal tersebut bisa diatasi dengan mudah, namun sempat membuat beberapa orangtua cemas. “Bagaimana tidak khawatir, kalau tidak ada solusi kan kita juga yang akan repot, ” kata Sari, 40, warga Kejuron Kota Madiun, yang bergegas mengantar anaknya, Igo Alex untuk melakukan pergantian pin di SDN 05 Madiun Lor.

Sementara itu di SDN 05 Madiun Lor, Jalan Jawa Kota Madiun, hingga berita ini ditulis ternyata juga ada 14 anak yang melakukan pergantian pin, serta beberapa siswa yang nilai prestasinya tidak tercantum, meski pada akhirnya semuanya bisa diatasi.

“Meski sudah disiapkan lewat simulasi dan tidak pernah ada masalah, namun pada kenyataannya ada juga masalah,” urai Budi Nurcahyo, operator IT SDN 05 Madiun Lor.

Selain itu masih menurut Budi, permasalahan pin tersebut bisa juga akibat dari internet yang lemot. Dan menurut Budi, jalur internet tersebut adalah kewenangan Kominfo. Saat ditanyakan solusi agar tidak terjadi troubel lagi, menurut Budi, operator pusat PPDB Kota Madiun yang berada di SMKN 1 harus mereset program untuk perbaikan.

Untuk diketahui, pada hari pertama pendaftaran sekolah tingkat SMP di Kota Madiun, dari 3.125 total pagu di seluruh SMP Negeri, sudah terserap sebanyak 2.227 siswa. Sehingga masa pendaftaran yang masih berlangsung selama tiga hari hanya menyisakan 898 siswa.(bud)

Keterangan gambar : Proses pendaftaran online yang sempat terganggu.(foto : budiyanto)