ADAKITANEWS, Jombang – Pemeriksaan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal kasus suap yang melibatkan Bupati Jombang non aktif, Nyono Suharli Wihandoko dengan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Inna Silestyowati, disebut-sebut telah memeriksa sebanyak 40 orang.

Hal tersebut disampaikan oleh Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Jombang, Setiajit SH MM saat ditemui Tim Adakitanews.com di ruangannya di kantor Pemkab Jombang lantai tiga Jalan KH Wahid Hasyim. “Ada 40, yang 34 dari puskesmas, yang 2 dari orang lain dan yang 4 dari Asisten dan Kepala Dinas,” ungkap Setiajit, Kamis (01/03) sore.

Saat disinggung mengenai unsur Kepala Dinas yang diperiksa KPK, Setiajit mengatakan bahwa Kepala Dinas tersebut merupakan Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang dan Assisten Pemkab Jombang. “Semuanya pada saat itu ada pengaruhnya terhadap proses persoalan Pak Nyono dan Bu Inna,” tandasnya.

Sementara, Pjs Bupati Jombang itu juga menegaskan bahwa terperiksanya 40 orang tersebut berkaitan dengan pungutan dana kapitasi kesehatan yang dilakukan oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, yang dikumpulkan sejak tahun 2017. “Masih seputar Bapak Bupati dan Bu Inna (Inna Silestyowati, red). Masalahnya seputar kapitasi itu,” ujar Setiajit.(ar)

Keterangan gambar: Pjs Bupati Jombang, Setiajit SH MM. (bawah) Sejumlah orang yang diduga dari kalangan pegawai puskesmas di Jombang saat hendak memasuki ruang pemeriksaan.(foto:adi rosul)