ADAKITANEWS, Jombang – Pasca kasus korupsi yang menjerat Bupati Jombang Non Aktif, Nyono Suharli Wuhandoko beberapa waktu lalu, Pemerintah Kabupaten Jombang memastikan dan menjamin pelayanan publik di lingkungan Pemkab Jombang tidak akan terganggu.

Diwawancarai Tim Adakitanews.com di gedung DPRD Jombang, Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Jombang, Setiajit mengatakan bahwa dirinya sudah mengimbau kepada seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Jombang untuk bekerja sesuai peraturan perundang-undangan. Hal itu ditegaskan Setiajit agar pelayanan masyarakat tidak terganggu.

“Kami berharap kepada anak-anak kami, para pegawai, para ASN di Pemerintahan Kabupaten Jombang agar tetap tenang dan bekerja dengan keras, bekerja dengan jujur, disiplin, bekerja dengan cerdas sesuai dengan peraturan perundangan. Itu yang harus kita lakukan,” imbau Setiadjit, Jumat (15/02).

Sementara, pasca ditahannya Bupati Jombang non aktif, Nyono Suharli Wihandoko dengan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Inna Silestyowati atas kasus dugaan suap jabatan beberapa waktu lalu oleh KPK, hingga kini lembaga anti rasuah tersebut masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat daerah untuk kepentingan penyidikan. Adanya aktivitas tersebut, Setiajit kembali menegaskan bahwa hal tersebut tidak mengganggu proses pelayanan publik yang ada di roda pemerintahan Kabupaten Jombang.

“Saya pastikan tidak (berpengaruh,red). Saya datang ke Jombang untuk memastikan kepada seluruh masyarakat proses pelayanan publik tetap berjalan sesuai dengan koridor peraturan perundangan,” tegas Pjs Bupati Jombang.

Selain itu, tertangkapnya Plt Kepala Dinas Kesehatan Jombang, Inna Silestyowati pada Operasi Tangkap Tangan (KPK), juga berdampak pada kekosongan kursi pimpinan di Dinkes Jombang.

Menanggapi permasalahan itu, Setiajit akan segera menetapkan Pelaksana Tugas yang memimpin dinas tersebut. “Ya setelah ini saya akan ke kantor, dan kemudian akan kita tetapkan pelaksana tugas di Dinkes. Soal nama, saya belum melihat. Nanti kita akan sampaikan ke panjenengan,” pungkas pria yang sehari-hari bertugas sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur itu.(ar)

Keterangan gambar: Pjs Bupati Jombang, Setiajit saat diwawancarai.(foto:adi rosul)