POL PP ROBOHKAN KIOS 4ADAKITANEWS, Nganjuk – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Nganjuk membongkar paksa tiga kios semi permanen di jalan Desa Kwagean Kecamatan Loceret, Sabtu (24/10). Pembongkaran ini sempat diwarnai adu mulut antar pemilik kios dengan petugas Pol PP.

Petugas terpaksa membongkar lapak pedagang tak berijin diatas ruang penghijauan jalan ini lantaran melanggar aturan dan tidak mengindahkan larangan petugas agar tidak mendirikan bangunan di sepanjang jalan yang difungsikan untuk ruang penghijauan.

“Kami sudah berkali – kali mengingatkan bahkan telah melakukan berkali kali negosiasi di balai desa. Karena bangunan yang di tempati para pedagang melanggar Perda No. 8 tahun 2013, Pasal 32 ayat 2 tentang membanguan ruang milik jalan dan milik sungai,” terang Wakil Kepala Satpol PP Sutikno

Dalam pembongkaran tersebut, salah satu pemilik kios berusaha bernegosiasi dengan petugas. Dia meminta diberi waktu untuk membongkar sendiri lapaknya. “Kami telah mengingatkan untuk membongkar sendiri namun pemilik warung membangkang dan tak mau membongkar,” terang Wakasat Pol PP Nganjuk

Lebi lanjut, Satpol PP berencana akan menertibkan seluruh lapak yang didirikan di ruang penghijauan jalan seluruh Kabupaten Nganjuk. Hal ini, menurut Sutikno, untuk mengantisipasi banjir yang kerap terjadi pada musim penghujan. “Jika musim penghujan kerap terjadi banjir. Jadi kami berencana menertibkan lapak-lapak yang melanggar,” pungkasnya.

POL PP ROBOHKAN KIOS 3Seperti di beritakan sebelumnya, Pemerintah Desa setempat menganggap pendirian tiga lapak milik Laminem,70, Zaelani,34, dan Suparmi,49, itu tidak berijin. Selain itu, lapak tersebut menempati bahu jalan hingga jalur menuju Kota Nganjuk menyempit.

“Permintaan pembongkaran bangunan liar tersebut dilakukan warga, karena bangunan yang ada di pinggir jalan tersebut dianggap membahayakan pengguna jalan yang melewati jalan tersebut,” ujar Kepala Desa Kwagean, Lusi Wahyu W. Rabu (19/8),

Dalam pertemuannya di balai desa, ketiga pedagang kaki lima, warga, perwakilan dari Kecamatan Loceret, DP2KAD, Sat Pol PP dan juga aparatur pemerintahan Desa Kwagean, menghasilkan kesepakatan pedagang kali lima yang memiliki bangunan semi permanen ini diberikan kesempatan satu bulan untuk membongkar sendiri bangunannya. Apabila dalam jangka waktu yang ditentukan tidak dibongkar maka Sat Pol PP akan membongkar paksa banguanan tersebut.

”Kami akan membongkar paksa apabila jatuh tempo yang telah disepakati warung tersebut tidak dibongkar,” ungkap Hariyono Kasat Pol PP Nganjuk waktu itu.

Dalam pertemuan tersebut akhirnya ditemukan kata mufakat, bahwa pemilik warung akan membongkar sendiri bangunan warung miliknya. ”Kami menunggu hasil kesepakatan tersebut dilaksanakan pemilik warung, apabila diingkari maka kami akan melakukan aksi untuk membantu pembongkaran paksa oleh Pol PP,” ungkap Agus salah satu warga yang hadir dalam petemuan tersebut.(jati/zay)

Keterangan Gambar : Pembongkaran lapak semi permanen oleh Satpol PP Nganjuk