Kediri(adakitanews.com)—Petugas Buser Satreskrim Polres Kediri mengamankan Andik Wijaya (45) warga Desa Pelem Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Andik diamankan melakukan tindakan pidana penipuan dan penggelapan mobil rental milik Richi Edoardo asal Desa Senden Kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri.

Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Gilang Akbar, pada Oktober 2019 lalu, pelaku menyewa satu unit mobil Toyota Avanza nomor polisi (nopol) AG 1081 EA milik korban. “Pelaku menyewa mulai 1 sampai 6 Oktober 2019 dengan tarif Rp 300.000 per hari dengan total biaya sewa Rp 1,8 juta,” jelasnya, Jumat (27/3/2020).

Diungkapkan AKP Gilang Akbar, setelah perjanjian waktu sewa, ternyata pelaku tidak membayar biaya sewa. Bahkan, mobil milik korban juga tidak dikembalikan oleh pelaku. Korban yang menanyakan keberadaan mobil, pelaku berkilah jika masih digunakan untuk mengantar ke acara pengajian di Kediri.

“Pelaku saat ditanya korban selalu alasan. Akhirnya korban yang merasa ditipu melapor,” ungkap Kasat Reskrim.

Namun sampai Maret 2020, lanjutnya, pelaku tidak kunjung mengembalikan mobil milk korban. “Barng bukti sementara ini hanya kwitansi sewa satu unit mobil Toyota Avanza nopol AG 1081 AE. Atas tindakannya, pelaku dijerat dengan Pasal 378 maupun Pasal 372 KUHP,” ujarnya.

Selain itu, AKP Gilang menjelaskan bahwa pelaku juga melakukan tindakan pidana melanggar Pasal 36 UU RI Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia. “Jadi, pelaku juga melakukan tindak pidana fidusia yang awal kejadiannya pada Juli 2014 lalu,” jelasnya.

Saat itu, lanjutnya, pelaku mengaku meminjam uang tunai di salah satu koperasi di Kabupaten Kediri, dengan pengajuan nominal Rp 55 juta. Sebagai jaminan, pelaku mengajukan satu unit dump truk Toyota Dyna nomor polisi (nopol) AG 8494 UY.

Setelah persyaratan pengajuan kredit lengkap, sambungnya, salah satu petugas koperasi yaitu Imam Suryani (58) asal Desa Tirulor Kecamatan Gurah, mendaftarkan truk sebagai jaminan. “Jangka waktu pinjaman selama 6 bulan dengan pembayaran bunga tiap bulan Rp 1,1 juta,” ucapnya.

Namun, kata AKP Gilang, pelaku tidak melakukan kewajiban membayar bunga dan pokok pinjaman bahkan mengalihkan jaminan fidusia tanpa izin tertulis dari penerima fidusia, pihak koperasi. “Akhirnya, pada 29 September 2017, Imam melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kediri,” tegasnya.(gar).