2015-07-14_11.37.27

ADAKITANEWS, Jombang – Bareskrim Polri dinilai terlalu tergesa-gesa untuk menetapkan dua orang petinggi Komisi Yudisial (KY) dalam kasus pencemaran nama baik Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Sarpin Rizaldi, selasa (14/07).

Hal itu dikatakan oleh Ketua Umum PBNU, Said Aqiel Siradj, saat meninjau sejumlah lokasi Pesantren yang dijadikan lokasi penginapan Muktamirin dan sidang  komisi Muktamar, awal Agustus mendatang.

Kata Said Aqiel, penetapan sebagai tersangka terhadap Ketua Komisi Yudisial, Suparman Marzuki serta anggota KY, Taufiqurrahman Sauri oleh Bareskrim Polri, sebagai keputusan yang emosional dan buru-buru. Dia menyebut, langkah Bareskrim Mabes Polri memunculkan kesan adanya permusuhan antara Polri dengan lembaga hukum lainnya.

“Ya perlu dibuktikan, tapi agak terburu-buru Polisi, saya kira terburu-buru kesannya, langsung dijadikan tersangka. Benar apa nggak itu? seharusnya kalau sesama instansi lembaga hukum ya jangan terburu-buru, nanti menimbulkan negatif seakan-akan Polisi selalu berseberangan dengan lembaga hukum yang lain. Seakan-akan kalau begini kan kesannya hanya kesengajaan kriminalisasi.” Kata Said Aqiel.

Disela kegiatan tersebut, Said Aqil berharap persaingan antar lembaga hukum di Indoesia sebagaimana terjadi antara Polri dengan KPK dan Komisi Yudisial, bisa segera diakhiri.(Tari/Jati)

Keterangan Gambar : Ketua Umum PBNU Said Aqiel Siradj saat di Jombang.