ADAKITANEWS, Sidoarjo – Satreskrim Polresta Sidoarjo berhasil menggerebek dua home industri yang terbukti memproduksi jajanan dari bahan-bahan bekas dan kedaluwarsa, Sabtu (20/05).

Home industri tersebut yakni milik AA, 30, warga Desa Dukuhsari Kecamatan Jabon Kabupaen Sidoarjo dan E, 20, warga Desa Kandangan Timur Kecamatan Krembung Kabupaten Sidoarjo. Para tersangka diketahui mengolah jajanan ini dari bahan baku mie instan yang sudah kedaluwarsa. Mie tersebut diolah dan dikemas setelah diberi penyedap, lalu dijadikan makanan ringan atau snack yang dipasarkan di sekolah-sekolah.

Tidak hanya menangkap AA dan E, polisi juga mengamankan tersangka lain yakni, YN, 32, JN, 31, MS, 30, MU, 28, NA, 29, MU, 34, AY, 35, BD, 36, yang kesemuanya merupakan warga asal Desa Dukuhsari Kecamatan Jabon. Mereka mengolah sosis, pentol, cireng, siomay, bakso tahu, dorayaki, basgor dan bakso kribo, yang diduga menggunakan bahan pewarna, pengawet dan pengeras makanan.

Waka Polresta Sidoarjo, AKBP Indra Mardiana mengatakan, penggerebekan itu berdasarkan dari laporan masyarakat bahwa di kawasan tersebut ada yang memproduksi jajanan dengan bahan bekas dan kedaluwarsa. “Setelah kami tindak lanjuti ternyata benar di lokasi ada produksi jajanan dari bahan baku limbah mie ternama,” ucapnya, Senin (22/05).

Dari penggerebekan itu, selain mengamankan dua pemilik, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa mesin molen, mesin pres, 26 ball mie afalan, 6 ball mie afalan berbumbu, snack mie merk mickey mouse 12 plastik, 2 ball plastik, nota dan 3 dus bumbu sambal balado.

AKBP Indra menambahkan, home industri yang sudah berjalan 4 tahun tersebut sudah jual di berbagai daerah seperti Mojokerto, Jombang, Tuban, dan Jawa Tengah, yang sasarannya adalah anak-anak sekolah dengan harga Rp 300 sampai Rp 500 perbungkus. “Omzet perhari mencapai Rp 5 juta. Perbulan mencapai Rp 20 juta dan pertahun mencapai Rp 240 juta,” terangnya.

Menurut Wakapolresta, hasil olahan makanan ringan ini tidak memenuhi standar BPOM. Apalagi, para tersangka memperjualbelikan di sekolah-sekolah. “Untuk masyarakat hendaknya berhati-hati memilih dan membeli makanan apalagi yang tidak terdaftar di Kementerian Kesehatan,” terangnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal berbeda diantaranya pasal 134 jo pasal 64 ayat 1 UU RI nomor 18, dan pasal 135 jo pasal 71 ayat 2 nomor 18 tahun 2012 tentang pangan dengan ancaman maksimal lima tahun dan denda maksimal Rp 2 miliar.(sid2)

Keterangan gambar : Polresta Sidoarjo saat berhasil mengungkap jajanan berbahan kedaluwarsa.(foto : mus purmadani)