ADAKITANEWS, Tulungagung – Kepolisian Resort Tulungagung menemui kendala saat menelusuri kasus pesta miras oplosan yang menelan lima orang korban, dan satu diantaranya meninggal dunia.

“Dari hasil pemeriksaan, update terakhir ternyata penyedia miras yang membawa korban tersebut adalah korban yang meninggal itu,” kata Kapolres Tulungagung, AKBP Yong Ferrydjon, Selasa (26/12).

Lanjut AKBP Yong Ferrydjon, berdasarkan penyelidikan yang dilakukan Satreskrim, penyediakan miras yang dikonsumsi korban meninggal dunia, Andri Dwi Putranto, 38, warga Kelurahan Bago Kecamatan/Kabupaten Tulungagung bersama keempat rekannya adalah Andri Dwi Putranto sendiri. Alhasil pihak kepolisian kesulitan melakukan pelacakan asal barang tersebut.

Namun demikian, Kapolres mengaku telah memerintahkan jajarannya mulai dari Kasat Reskrim, Kasat Narkoba, dan Kasat Sabhara untuk menelisik asal-usul miras pembawa petaka tersebut. Selain itu, Kapolres juga meminta anggotanya untuk melakukan operasi miras secara masif.

“Saya sudah perintahkan Kasat Reskrim, Kasat Narkoba, Kasat Sabhara dan Polsek jajaran untuk melakukan operasi miras secara intens. Apalagi menjelang tahun baru, biasanya momen tersebut disalah gunakan untuk menggelar pesta miras, ” ujarnya.

Diinformasikan sebelumnya, sebanyak lima orang telah menjadi korban pesta miras oplosan. Dari keterangan pihak kepolisian, Andri Dwi Putranto,38, warga Kelurahan Bago Kecamatan/Kabupaten Tulungagung bersama empat temannya pada Jumat (22/12) malam menggelar pesta miras.

Pukul 22.00 WIB, korban bersama Riyanto, warga Desa Geger Kecamatan Sendang dan Gabah, warga Pagerwojo datang ke kamar kosnya di Kelurahan Bago. Ketika datang korban sudah membawa empat botol miras merek Mansion dan empat botol Vodka serta minuman ringan yang sengaja disiapkan untuk pesta miras oplosan di kamar kosnya.

Sama seperti yang lain, korban dan keempat orang di kamar tersebut menghabiskan minuman yang telah disediakan hingga Sabtu (23/12) sekitar pukul 03.00 dinihari, kemudian semuanya berpisah dan pulang ke rumah masing-masing.

Keesokan harinya, Andri dalam kondisi yang lemah hingga akhirnya pada Senin (25/12) pagi dibawa ke RSUD dr Iskak untuk mendapatkan perawatan, namun jiwanya tak tertolong.

Sementara rekan Andri yang lain, yaitu Eko Budi Cahyono,warga Pare Kabupaten Kediri, Regina Putri, warga Malang, Riyanto, warga Desa Geger Kecamatan Sendang, dan Gabah warga Kecamatan Pagerwojo juga sempat menjalani perawatan di RSUD dr Iskak Tulungagung dan kini telah diperbolehkan pulang.(bac)

Keterangan gambar : Ilustrasi miras.(dok. adakitanews.com)