Polisi Tetapkan 4 Tesangka, 3 DPO Atas Kasus Tawuran Antar Desa

ADAKITANEWSM Lutfi-3, Madiun – Polres Madiun akhirnya secara resmi menetapkan empat tersangka dalam kasus tawuran antar desa pada Minggu, (04/01) pukul 02.00 dini hari kemarin. Selain itu, polres juga menetapkan tiga pelaku lainnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Penetapan itu setelah pihak kepolisian memeriksa secara intensif sembilan orang yang diduga menjadi otak pemicu tawuran antar kedua desa, yakni Desa Purworejo dengan Desa Jatisari. Dari sembilan orang yang diperiksa, empat orang dinyatakan terbukti telah melakukan penyerangan dan pengrusakan.

“Empat orang ditetapkan tersangka. Tergolong dewasa 2 orang dan anak-anak 2 orang,” jelas Kasat Reskrim Polres Madiun AKP. M Lutfi, Senin (5/1).

Sementara tiga orang lainnya yang diduga juga melakukan hal yang sama belum dapat diperiksa lebih lanjut karena melarikan diri. Ketiganya kemudian ditetapkan sebagai buron alias masuk dalam DPO pihak kepolisian.

Kasat Reskrim menjelaskan, 2 orang dewasa yang telah ditetapkan sebagai tersangka berinisial BB,37, dan TW,19,. Keduanya warga Desa Purworejo dan kini mendekam di sel tahanan Mapolres Madiun. Sementara Kasat Reskrin enggan menyebutkan inisial tersangka yang masih berusia anak-anak. Namun Kasat Reskrim menyatakan kedua tersangka yang masih berusia anak tersebut juga berasal dari Desa Purworejo. Demikian pula untuk tiga orang DPO juga berasaldari desa yang sama.

“Khusus tersangka dewasa langsung dimasukan dalam sel tahanan. Sedangkan, tergolong anak-anak dikembalikan kepada orang tua hingga menunggu pelimpahan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Pengadilan Negeri (PN),” lanjut Kasat Reskrim.

Menurut Kasat Reskrim, pihak Kepolisian, Kejaksaan maupun Kehakiman wajib melakukan diversi (musyawarah -red) dalam kasus pidana yang melibatkan anak dalam upaya restoratif justice (pemulihan keadilan) bagi semua pihak. “Proses diversi termuat dalam UU No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA),” ujarnya.

Kasat Reskrim menegaskan, keempat tersangka dijerat dengan pasal 170 ayat 1 KUHP  dengan ancaman hukuman maksimal 5,6 tahun penjara.

Sebagaimana diketahui, tawuran antar desa di Jalan Raya Madiun-Ponorogo masuk Desa Purworejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Minggu (4/1) pukul 02.00 dini hari lalu, mengakibatkan satu unit gerobak penjual susu segar dirusak penyerang. Informasinya,  tawuran berawal dari saling ejek dan ada sejumlah pengendara motor membunyikan motornya dalam suara kencang.

Pengendara diingatkan tidak perlu melakukan hal itu di depan penjual susu sapi segar, namun mereka mengulangi lagi hingga sempat dicaci maki. Tidak terima dicaci maki, tidak lama berselang mereka datang dalam jumlah puluhan langsung melempari dan menyerang dengan batu maupun kayu terhadap warga Desa Jatisari tengah duduk-duduk.

Mendapat serangan mendadak, sejumlah warga Desa Jatisari kabur dan masuk desanya berdempetan dengan Desa Purworejo. Aksi balasan pun dilakukan, massa merusak gerobak susu sapi milik Mustaqim warga Desa Jatisari hingga hancur.  Aksi saling lempar mereda begitu petugas Polsek dan Koramil Geger datang. (UK)

Keterangan Gambar : Kasat Reskrim Polres Madiun AKP. M Lutfi saat memberi keterangan pers terkait tawuran antar desa.

Recommended For You