ADAKITANEWS, Kota Madiun – Satuan Reserse Kriminal Polres Madiun Kota akhirnya menetapkan dua tersangka terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) Pungutan Liar (pungli) di Dinas Pendidikan Cabang Kota dan Kabupaten Madiun.

Pernyataan itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Madiun Kota, AKP Logos Bintoro saat dikonfirmasi Tim Adakitanews.com pada Rabu (31/05). “Setelah melakukan gelar perkara, ada dua orang yang kami sangka sebagai pelaku tindak pidana pungli dengan inisial E dan P selaku staf dan Kasubag TU,” tegas AKP Logos.

Kasat juga menambahkan, untuk barang bukti yang berhasil diamankan sampai hari ini, yakni berupa uang tunai sebesar Rp 9.050.000 dari tersangka P, dan Rp 4,5 juta dari tersangka E. Kedua tersangka tersebut, kata AKP Logos, berperan menarik uang dari pengurusan surat-surat yang tidak ada dasar hukumnya. “Kepada kedua tersangka diancam dengan UU Tipikor Pasal 12 e dengan ancamam hukuman 4 – 20 tahun penjara,” lanjutnya.

Sementara menurut AKP Logos, untuk Kepala Dinas Pendidikan Cabang Kota dan Kabupaten Madiun, Kresna Herlambang, sampai hari ini statusnya masih sebatas saksi.

Seperti diketahui sebelumnya, pada Selasa (09/05) lalu Kepolisian Resort Madiun Kota telah melakukan OTT terkait pungli pengambilan SK Pensiunan dan Kenaikan Pangkat Guru SMA/SMK di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Cabang Wilayah Kabupaten dan Kota Madiun. Sesuai keterangan, jumlah pungli yang diminta bernilai antara Rp 150 ribu hingga Rp 400 ribu.(bud)

Keterangan gambar : ilustrasi.(google.com)