width=

Kediri(adakitanews.com)—Jajaran Polres Kediri mengamankan sembilan orang premanisme melakukan pungutan liar, Selasa (16/6/2021).

Penangkapan premanisme itu menindaklanjuti instruksi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk memberantas setiap aksi yang meresahkan masyarakat.

Kesembilan preman ini ditangkap di dua lokasi berbeda yakni kecamatan Plosoklaten dan Kepung Kabupaten Kediri.

Modus preman yang ditangkap ini dengan cara meminta sejumlah uang kepada sopir truk yang melintas di jalan Plosoklaten atau Kepung.

Diduga aksi premanisme yang sudah berjalan ini terjadi sudah lama. Dalam melakukan aksinya, para preman ini meminta uang sejumlah mulai Rp 5 ribu sampai Rp 20 ribu.

Kemudian jika para sopir truk ini tak memberikan uang yang diminta, maka para preman ini akan menutup akses jalan para sopir truk.

Selanjutnya dalam penangkapan yang dilakukan oleh Polisi, total ada uang 950 ribu yang behasil diamankan dari tangan preman ini.

Kasat Reskrim Polres Kediri Iptu Rizkika Atmadha dalam rilis di Mapolres Kediri mengatakan bahwa operasi Premanisme yang dilakukan oleh pihaknya ini menindaklanjuti perintah dari Kapolri melalui Polda Jatim.

“Kami sudah amankan untuk koordinator, terkait pemaksaan pengancaman yang dilakukan preman ini masih akan kita dalami,” ungkap Iptu Rizkika.

Untuk ancaman yang dikenakan kepada para preman ini adalah maksimal hukuman mencapai 3 bulan penjara.

“Dasar kami adalah peraturan Gubernur no 2 tahun 2020, ancaman hukuman 3 bulan penjara dan denda maksimal Rp 50 juta,” jelas Iptu Rizkika.(Gar).