Polres Kediri Amankan Penjual Jamu Ilegal

ADAKITANEWS, Kediri – Imam Sutikno, 65, warga Dusun Sukomrambil RT 11/RW 3 Desa Bedali Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri diamankan oleh Satreskrim Polres Kediri di rumahnya karena memproduksi jamu ilegal.

Wakapolres Kediri, Kompol Ariek Indra Sentanu, SH SIK MH, mengatakan, penangkapan bermula dari laporan warga yang mengatakan bahwa ada rumah produksi minuman kesehatan tradisional atau jamu bermerk Singa Banteng, yang tidak memiliki izin edar.

“Produksi jamu ini tidak memiliki izin edar atau ilegal, serta tidak ada juga stempel logo halal, dan tidak sesuai dengan komposisi yang tertera dibotol,” ujarnya saat pers rilis di Mapolres Kediri, Rabu (31/05).

Saat penggeledahan di rumah produksi jamu kesehatan ini, polisi menemukan barang bukti berupa 98 botol jamu flu tulang, 19 botol jamu asam urat, 3 pak gelas plastik kosong, 7 bendel label merk Singa Banteng asam urat, 6 bendel label merk Singa Banteng flu tulang, 1 unit kompor masak beserta tabung gas elpiji, 1 galon berisi ramuan jamu siap kemas, 1 galon berisi ramuan jamu sudah masak, 1 botol penguat rasa mint mentol, 2 bungkus rempah-rempah bahan jamu, 5 botol pewarna makanan berwarna hitam, 1 stempel dan tinta cap tanggal kedaluwarsa, 1 bungkus gula plastik, 1 pack plastik segel, 1 tas kresek tutup botol, dan 1 unit mesin pres.

Dalam memproduksi jamu ini, lanjut Wakapolres, pelaku hanya memiliki surat izin usaha perdagangan dan tanda daftar perusahaan. Namun, pelaku belum memiliki izin edar terkait produk tersebut. “Pelaku memproduksi jamu merk Singa Banteng di samping rumahnya, dengan mencampurkan rempah-rempah dan air mineral serta pewarna makanan, sehingga membahayakan kesehatan dan akibatnya saat meminum obat tersebut, yang akan dihantam itu adalah organ dalamnya terutama ginjal dan jantung, apabila terkena bagian tersebut akan berakibat fatal,” pungkasnya.

Selama ini, pelaku diketahui sudah memasarkan obat ini di wilayah Kabupaten Kediri, dan menjualnya ke berbagai warung menengah kebawah. Atas perbuatannya pelaku dikenakan pasal 142 UU Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan, dengan ancaman hukuman maksimal 2 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 4 miliar rupiah.(kdr9)

Keterangan gambar : (dari kiri) Kasat Reskrim Polres Kediri, AKP M Aldy Sulaiman beserta Wakapolres Kediri, Ariek Indra Sentanu saat memberikan pertanyaan kepada pelaku.(foto : taufiqur rachman)

Recommended For You