Polres Kediri Limpahkan Kasus Korupsi APBDes Kades Kras ke Kejaksaan

Kediri(adakitanews.com)—Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim Polres Kediri melimpahkan berkas berkas perkara dugaan Pengelolaan Keuangan Desa Kras Kecamatan Kras Kabupaten Kediri tahun anggaran 2020.

Pelimpahan tersangka Bambang Sarwo Sembodo, Kades Kras dan barang bukti diserahkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri, Kamis (12/5/2022).

Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Rizkika Atmadha Putra mengatakan untuk berkas perkara sudah lengkap dan dikirim ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri.

“Berkas sudah lengkap dan sudah kita limpahkan beserta terduga pelaku,”jelasnya, Kamis (12/5/2022).

Sementara itu, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri, Roni mengatakan untuk berkas perkara kasus Kades Kras Bambang sudah diterima dari penyidik unit Tipikor Satreskrim Polres Kediri.

“Dalam pelimpahan ini, penuntut umum melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan barang bukti berupa dokumen dan uang Rp 299.415.311 yang diserahkan oleh penyidik,” ujar Roni, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri.

Menurut Roni, pelimpahan tahap dua ini tersangka didampingi oleh penasihat hukumnya. Sedangkan, juga dihadiri Kasi Pidsus Dedy Agus Oktavianto, Jaksa Penuntut Umum, Dedy Agus Oktavianto, Dedi Saputra Wijaya, dan Tomy Marwanto.

“Selanjutnya tersangka dilakukan penahanan tahap Penuntutan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri di rutan Polres Kediri selama 20 hari,” ucapnya

Roni mengungkapkan, Bambang Sarwo Sembodo melakukan modusnya pada bulan Januari sampai dengan Desember 2020. Tersangka merupakan Kepala Desa/Kecamatan Kras yang juga menjabat sebagai pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan di Desa Kras yang telah mencairkan dana untuk membiayai kegiatan atau belanja Pemerintah Desa Kras sebesar Rp. 1.432.813.260 yang bersumber dari anggaran APBDes tahun 2020 sebesar Rp. 1.811.970.000.

“Tersangka diduga menggunakan uang yang bersumber dari APBDes untuk kepentingan pribadi atau tidak sesuai dengan peruntukannya sehingga akibat perbuatan tersangka mengakibatkan kerugian keuangan desa Rp. 587.451.604,00,” pungkasnya.(Gar).

Recommended For You