Kediri(adakitanews.com)—Polres Kediri siap memproses secara hukum kasus Camat Purwoasri berinisial M yang melakukan pungutan liar jika mendapat laporan dari masyarakat atau Pemkab Kediri.

Pihak Polres Kediri belum menerima laporan atau pelimpahan perkara kasus Camat Purwoasri dari Pemkab Kediri.

Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono S.I.K., menuturkan bahwa pihaknya sudah berkomunikasi dengan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dalam kasus camat Purwoasri lakukan pungutan liar.

“Tentunya kami juga siap memproses secara hukum jika sudah ada laporan resmi yang masuk ke Polres Kediri,”tutur AKBP Lukman, Minggu (16/5/2021).

AKBP Lukman, pihaknya sangat menghargai proses yang ada di internal Pemerintah Kabupaten Kediri. Akan tetapi jika kasus ini sudah dilimpahkan tentunya akan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan oleh inspektorat yang berwenang untuk membina maupun memberikan sanksi terhadap ASN di lingkungan Pemkab Kediri,” ujarnya.

“Kita masih melihat apakah ini masuk dalam ranah kode etik profesi sesuai dengan Peraturan pemerintah sudah ada. Jadi ini sifatnya baru aduan dan proses di internal Pemkab Kediri,” jelas Kapolres Kediri.

“Akan tetapi jika kasus ini sudah dilimpahkan kami siap menerima laporan dan apabila ada unsur yang dipersangkakan masuk, tentunya kita akan proses hukum sesuai dengan aturan yang berlaku,” jelas AKBP Lukman Cahyono.

Diungkapkan Kapolres Kediri, kasus seperti ini (pungutan liar), pihaknya bersama Bupati Hanindhito Himawan Pramana sepakat memberikan perhatian lebih untuk berikan perhatian soal pungutan liar.

“Setiap adanya pungutan liar maupun pelanggaran yang ada di wilayah kabupaten Kediri, kita akan proses sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ungkap AKBP Lukman.

Seperti diketahui sebelumnya bahwa Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana temukan pungutan liar yang dilakukan oleh Camat Purwoasri untuk permintaan THR (tunjangan hari raya).

Menurut Mas Dhito pangggilan akrabnya bahwa sebelumnya dirinya sudah mendapatkan informasi dari masyarakat akan adanya permintaan THR oleh Camat Purwoasri kepada Desa se Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri.

“Setelah saya dengar pada tanggal 4 Mei 2021, setelah buka puasa. Lalu saya telfon camat yang bersangkutan untuk menghentikan penarikan THR. Jika sudah terlanjur menarik, maka saya minta untuk dikembalikan,” ujarnya Sabtu (15/5/2021).

Akan tetapi perintah itu tak dihiraukan oleh Camat Purwoasri inisial M. Ia justru terus melakukan penarikan uang ke desa – desa di Kecamatan Purwoasri.

“Kemudian besoknya saya temukan ada pengumpulan sejumlah uang total 15 juta rupiah,” imbuhnya.

Saat ini pihak yang bersangkutan Camat Purwoasri inisial M sudah diberikan sanksi berupa pemindahan dan penurunan jabatan setingkat lebih rendah.

Mas Dhito juga mengimbau untuk seluruh Aparatur Sipil Negara yang ada di Kabupaten Kediri untuk tidak melakukan pungutan liar.(gar).