ADAKITANEWS, Sidoarjo – Antusiasme korban dugaan penipuan penyedia jasa umrah dan haji murah First Travel untuk melapor pada Crisis Center yang dibuka Polresta Sidoarjo tampak begitu tinggi.

Meski baru dibuka selama satu hari, sudah banyak korban yang melapor di posko yang ditempatkan di ruang Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolresta Sidoarjo itu.

Dari laporan yang diperoleh Tim Adakitanews.com, hingga hari ini pihak kepolisian sudah menerima sebanyak 24 pelapor. Kondisi ini dimungkinkan akan terus bertambah karena jumlah warga yang telah menyetor dana ke kantor First Travel Sidoarjo diketahui mencapai lebih dari 2.502 orang.

Mereka rata-rata meminta penjelasan terkait dana mereka yang rencananya akan dipakai untuk beribadah umrah, dan telah disetorkan ke kantor First Travel Cabang Sidoarjo. Para korban first travel ini, meminta segera diberangkatkan umrah. Namun jika tidak, mereka ingin uangnya dikembalikan utuh.

Kapolresta Sidoarjo, Kombespol Himawan Bayu Aji mengatakan, Crisis Center dibuka selain menerima pengaduan korban, juga akan mengumpulkan data-data terkait berapa banyak calon jemaah yang sudah menjadi korban agen travel umrah dan haji ini. “Laporan di Crisis Center ini akan digunakan pihak penyidik untuk mengumpulkan barang bukti yang selanjutnya untuk mempermudah penyelidikan. Dari laporan korban ini, kami akan periksa saksi-saksi mulai korban dan termasuk meminta keterangan dari agen perjalanan umrah first travel cabang Sidoarjo,” jelasnya, Rabu (31/08).

Sementara itu Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Muhammad Harris mengatakan, dari 24 jemaah yang mengadu baru 2 orang yang dibuatkan laporan polisi. “Karena belum semuanya membawa barang bukti. Kami akan membuatkan laporan polisi bagi yang lengkap buktinya,” terang Harris.

Kompol Harris menambahkan, saat datang ke Crisis Center sebaiknya para korban First Travel membawa data diri lengkap, bukti pendaftaran pengajuan umrah di First Travel, Paspor, tanda bukti transfer atau kuitansi. “Sehingga dengan barang bukti dokumen itu laporan mereka bisa segera diproses,” pungkasnya.(pur)

Keterangan gambar : Kapolresta Sidoarjo, Kombespol Himawan Bayu Aji yang didampingi Kabag Ops Polresta Sidoarjo, Kompol Edi Santoso saat meninjau korban First Travel melapor di Crisis Center.(ist)