ADAKITANEWSlahan pertanianPers, Madiun — Direktur Perluasan dan Pengelolaan Lahan, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementrian Pertanian, Presetyo Muchsin menyatakan seluruh daerah di Jawa Timur tidak ada masuk daerah merah dalam perluasan tanam lahan pertanian. Bahkan, seluruh daerah di Jatim, masih ada potensi untuk menambah luas tanam pertanian.

Demikian disampaikannya usai “Evaluasi Peningkatan Swasembada Pangan Upaya Khusus (Upsus) Jajaran Korem 081/DSJ”,  di Aula Korem 081/DSJ Kota Madiun, Jum’at  (22/5). “Potensi Jatim untuk melakukan perluasan tanam tergolong tinggi, bahkan Jatim mampu melampui target sebelumnya yang telah dicanangkan,” tandasnya,

Menurutnya jika diakhir tahun 2014 lalu, memasang target peluasan lahan pertanian hanya seluas 900 ribu hektar, awal tahun direvisi jadi 1,2 juta hektar. Ternyata, mampu melampui hingga 1,4 juta hektar lebih, dari jumlah luasan itu Jatim mampu menopang sebanyak 11% produksi padi nasional. “Hasil panen dilaporkan mencapai 6-7 ton per hektar,” jelasnya lagi.

Khusus daerah dikenal dengan Mataraman atau masuk di Korem 081 Dhirot Saha Jaya (DSJ) Madiun, tambahnya, merupakan daerah lumbung padi memiliki kontribusi besar bagi pangan nasional. Wilayah Korem 081 DSJ Madiun membawahi 9 kabupaten dan 2 kota, semua daerah mampu memberikan kontribusi bagi peningkatan swasembada pangan.

Terpisah, Komandan Korem (Danrem) 081/DSJ Madiun Kolonel Czi M Reza Utama meminta agar seluruh jajaran Kodim hingga koramil dalam mensukseskan hingga tidak terjadi kesalahan dalam pelaporan, hendaknya menjalin hubungan dengan instansi terkait lebih erat lagi. Sisi lain, TNI AD mengawal hingga program dicanangkan pemerintah sukses dalam mendukung swasembada pangan.

“Bagi tingkat Kodim, jalin kerjasama dengan Dinas Pertanian, Badan Ketahanan Pangan dan Biro Pusat Statistis (BPS). Sedangkan, koramil dengan kecamatan, mantri atau penyuluh pertanian,” tandasnya.

Kegiatan diikuti sebanyak 11 daerah dengan dihadiri Kepala Dinas atau instansi terkait, Kepala BPS, Komandan Kodim, Petro Kimia Gresik hingga mitra pembelian gabah.

Kolonel Czi M Reza menyatakan, khusus TNI AD selalu mendukung program swasembada pangan, mengawal dan membantu para petani dalam usaha peningkatan hasil pertanian. “TNI AD selalu menjaga dari pengolahan lahan, pemupukan sampai pada masa panen, mengawasi pendistribusian pupuk agar tepat sasaran, sehingga tidak ada lagi oknum mempermainkan atau menyelewengkan pupuk,” Jelasnya

Terpisah, Ketua Posko Ketua Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K) Petro Kimia Gresik Arif Karsanto menyatakan realisasi tanam April-Mei dijajaran Korem 081 DSJ mencapai seluas 163,7 hektar. “Sedangkan target untuk seluruh Kodam V Brawijaya hanya seluas 250 ribu hektar, dan  capaian saat ini sangat luar biasa,” ujarnya serius.

Data dimiliki realisasi tanam tertinggi Kodim 0810 Nganjuk 30.285 hektar, Kodim 0807 Tulungagung 30.163 hektar, Kodim 0803 Madiun 27.512 hektar, Kodim 0802 Ponorogo 22.314 hektar, Kodim 0805 Ngawi 17.197 hektar. Lalu, Kodim 0806 Trenggalek 9.162 hektar, Kodim 0801 Pacitan 6.861 hektar dan Kodim 0808 Blitar 3.589 hektar. (UK)
Keterangan Gambar : Direktur Perluasan dan Pengelolaan Lahan, Direktorat Jenderal Prsarana dan Sarana Pertanian, Kementrian Pertanian, Presetyo Muchsin dan Komandan Korem (Danrem) 081/DSJ Madiun Kolonel Czi M Reza Utama, usai pelaksanaan evaluasi memberikan keterangan kepada wartawan