ADAKITANEWS, Nganjuk – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA yang dibuka secara resmi sejak 14 – 16 Juni 2016 di seluruh kecamatan di Kabupaten Nganjuk tetap membuat resah dan khawatir wali murid. Pasalnya, selain menggunakan nilai ujian nasional (NUN), para siswa juga diwajibkan mengikuti jalur tes yang masih rawan dengan permainan oknum.

Meskipun berbeda dengan tahun sebelumnya yang murni menggunakan NUN, masyarakat tetap harus memantau pelaksaaan PPDB jalur tes untuk mencegah adanya oknum panitia yang bisa saja melakukan manipulasi angka-angka. Seperti yang diungkapkan oleh Luqman Surya, pengamat pendidikan dan seni budaya di Nganjuk. Menurutnya, meskipun sistem pendaftaran juga menggunakan jalur tes, tetap saja memungkinkan terjadinya kecurangan. “Potensinya bisa saja jika ada oknum nakal, masyarakat harus memantau dan waspada terutama bagi wali murid,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan Rinda, 45 salah satu wali murid asal Kecamatan Sawahan yang sedang mendampingi putrinya mendaftar di salah satu SMA favorit di Nganjuk. Dia merasa khawatir jika ada oknum yang melakukan kecurangan dengan sistem baru ini. “Kasihan yang benar-benar belajar dan pandai jika sampai ada oknum melakukan kecurangan seperti itu,” keluhnya.

Sementara itu, Sudjito, Kepala Bidang SMP dan SMA Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Nganjuk pada wawancara sebelumnya mengungkapkan jika proses penerimaan calon peserta didik tahun ini lebih transparan. Menurutnya, masyarakat bisa memantau secara langsung proses PPDB dari hasil nilai ujian nasional dan jalur tes yang diikuti calon peserta didik. “Prosesnya kali ini lebih transparan, sehingga masyarakat bisa memantau secara langsung,” ujarnya.

Sementara itu Karyo, anggota DPRD Kabupaten Nganjuk mengatakan pihak Disdikpora tetap harus lebih selektif dan melakukan langkah antisipasi untuk menjaga terjadinya kecurangan yang ada saat pelaksanan PPDB. “Tetap saja Disdikpora harus selektif,” ujar politisi Partai Golkar ini.

Ditambahkan Karyo, DPRD juga akan segera memanggil pihak Disdikpora, panitia PPDB, serta aparat penegak hukum untuk ikut serta melakukan pengawasan agar tidak terjadi kecurangan saat PPDB.(Jati)

Keterangan gambar: Logo PPDB.(google.com)