width=

Kediri(adakitanews.com)—Menjelang Hari Raya Idul Adha 2021 Pedagang Sapi di Kediri mulai resah. Karena untuk permintaan hewan kurban menurun hingga 30 persen.

Yasir, pedagang sapi warga Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri mengungkapkan dampak adanya PPKM Mikro Darurat, permintaan untuk penjualan sapinya menurun, jika dibandingkan pada tahun sebelumnya.

“Ya jelas menurun mas, biasanya saya jual ke Gresik, Surabaya dan Sidoarjo. Sekarang gak bisa jual lagi kesana karena ada PPKM itu,” ungkap Yasir, Selasa (13/7/2021).

Yasir mengatakan. Ia menjual sapi di pandemi Covid-19 dan adanya PPKM Darurat harus menjual Sapinya ke wilayah Kabupaten Kediri dan sekitarnya.

“Saya cuman jual di Kota, Kabupaten Kediri dan paling jauh Tulungagung,” jelasnya.

Selain itu akibat penurunan permintaan ini, ia terpaksa tak berani mengambil keuntungan banyak dan lebih memilih menjual dengan harga yang standar.

“Harga di sini standar sampai nanti Hari Raya, kenapa karena permintaan saja menurun. Biasanya saya juga jual sampai Jakarta, sekarang gak bisa karena banyak syarat dan prosedur yang dilalui. Otomatis ongkosnya juga akan mahal juga,” keluh Yasir pedagang di Pasar Hewan Ngadiluwih.

Yasir mengaku hanya bisa pasrah dengan keadaan seperti ini, di tengah pandemi dan kebijakan PPKM Mikro Darurat.

“Saya paham kebijakan Pemerintah ini ada sisi bagus untuk masyarakat. Sebagai pedagang hanya pasrah saja, penting kita tetap bisa menjual walau di Kabupaten Kediri saja,” pungkasnya.(Gar).