width=

Kediri(adakitanews.com) — Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Kediri. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

Meski sebelumnya sudah mendapat imbauan, petugas gabungan masih menemukan banyak kafe dan warung kopi yang beroperasi melebih jam operasional.

Kabid Trantibum Satpol PP Kota Kediri, Agus Dwi Ratmoko mengungkapkan pada saat Operasi Yustisi yang dilakukan Selasa (12/1/2021), petugas masih menemukan banyak pelanggaran.

Di antaranya adalah operasional rumah makan seperti kafe, angkringan dan warung kopi yang beroperasional melebihi jam.

Padahal sesuai aturan, para pelaku bisnis tersebut harus sudah menutup kiosnya sekitar pukul 22.00 WIB. Namun para pemilik usaha masih membuka dan melayani pembeli di lokasi.

“Saat operasi gabungan bersama TNI dan Polri Polres Kediri Kota melakukan razia mulia pukul 21.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB,” ujarnya, Rabu (13/1/2021).

Petugas gabungan menyisir setiap sudut jalan kota kediri. Hasilnya masih banyak ditemui kafe dan warung kopi yang beropersi melebihi pukul 22.00 WIB.

Petugas gabungan membubarkan kerumunan masa di kafe tersebut memberikan peringatan kepada memiliki

Petugaspun memberikan peringatan kepada pemilik kafe dan menempelkan stiker pelanggaran. Apabila pemilik kafe tetap melakukan pelanggaran selama tiga kali, maka petugas akan membetikan sanksi kepada pemilik kafe. (Oky).