ADAKITANEWS, Kota Madiun – Kegiatan Pra Musrenbang Kota Madiun digelar di asrama haji, Kamis (02/03). Dalam agenda tersebut ditegaskan bahwa proyek-proyek besar serta berisiko di lingkup Pemkot Madiun untuk sementara dipending, dan akan lebih fokus pada program prioritas pembangunan yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto tersebut juga dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Madiun, para Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah), para anggota dewan, Camat, Lurah, LSM, LPMK, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya Wawali menegaskan jika pada tahun 2018 mendatang arah pembangunan Kota Madiun akan diprioritaskan pada pembangunan yang berdampak langsung kepada masyarakat. “Kita prioritaskan proyek yang berdampak di masyarakat. Untuk proyek besar dan berisiko sementara dipending,” tegas Wawali.

Dikatakan, maksud dan tujuan ditundanya proyek-proyek besar tersebut adalah agar dana yang tersedia bisa dialihkan kepada proyek-proyek bermanfaat lainnya. Wawali menegaskan, meskipun melalui proses yang melibatkan partisipasi masyarakat serta sharing dari hasil reses anggota dewan, rencana pembangunan nantinya tetap wajib sesuai dengan RPJMD kota Madiun tahun 2014 – 2019.

“Musrenbang tahun 2018 adalah mensinergisitaskan arah dan tujuan pembangunan, diawali dari Musrenbang Kelurahan, Musrenbang Kecamatan, anggota dewan lewat reses, serta dari program OPD,” ujar Wawali dalam wawancaranya dengan Tim Adakitanews.com.

Menurut Sugeng Rismiyanto, semua usulan yang ada nantinya akan diolah dan menjadi skala prioritas sebelum dibawa ke tingkat lanjut, yaitu Musrenbang Kota, dan harus sesuai dengan RPJMD tahun 2014 – 2019. Wawali juga menekankan untuk enam skala utama yaitu Peningkatan Pendidikan, Peningkatan Kesehatan, Penanggulangan Kemiskinan, Peningkatan Pelayanan Publik, Peningkatan Daya Saing Ekonomi Daerah, serta Pembangunan Sanitasi Berwawasan Lingkungan Hidup.

Hal yang sama sampaikan oleh Sekda Kota Madin, Maidi sesuai dengan visi Walikota Madiun yaitu “Masyarakat Madiun Sehat Dan Sejahtera”. “Pembangunan fisik yang menunjang kesempurnaan hidup masyarakat di lingkungannya akan diutamakan dan disesuaikan dengan RPJMD 2018 serta masuk skala prioritas,” imbuhnya.

Untuk diketahui, salah satu yang nantinya masuk dalam skala prioritas Pemkot Madiun tahun 2018 sesuai data adalah 400 rumah tidak layak huni serta 300 jambanisasi. Meskipun demikian, menurut Maidi, proyek besar tetap akan dilaksanakan dengan ketentuan meningkatkan pendapatan masyarakat serta menyerap pengangguran. “Bila belum memenuhi unsur tersebut, proyek akan ditunda pada tahun 2019,” pungkasnya.(bud)

Keterangan gambar: Wawali saat membuka acara Pra Musrenbang.(foto:budiyanto)