Presiden Jokowi : Mayoritas Jaringan Irigasi Rusak

ADAKITANEWSJokowi-1Jokowi-3, Ngawi – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan untuk mengoptimalkan hasil pertanian khususnya swasembada pangan, perlu diambil sejumlah langkah. Pemerintah merencanakan berbagai langkah dari pembangunan waduk, perbaikan dam, jaringan irigasi, pemberian peralatan pertanian, pupuk hingga benih unggul.

“Data dari Kementrian Pertanian menyebutkan sebanyak 55% jaringan irigasi rusak. Jika jaringan irigasinya rusak. Bagaimana bisa meningkatkan hasil pertanian ? Maka itu, pemerintah berusaha dengan sesungguh-sungguh untuk melakukan perbaikan irigasi hingga langkah lain. Itu tadi sekaligus menjawab pertanyaan soal jaringan irigasi rusak,” ujar Jokowi.

Dalam dialog dengan ribuan perwakilan petani dalam kunjungannya di Lapangan Desa Keras Wetan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Sabtu. Dalam dialog tersebut Presiden menyoroti swasembada pangan yang harus terwujud dalam tiga tahun ke depan. “Kami tidak mau lagi impor beras, gula, kedelai dan lainnya. Tidak akan lagi, makanya produksi harus dinaikkan,” tandas Jokowi.

Ia juga menyoal distribusi pupuk dan benih yang selalu bermasalah saat dibutuhkan petani. Hal itu karena selama ini pengadaannya melalui tender lelang. “Makanya lama. Sekarang sudah tidak ada lagi (lelang). Jangan main-main dengan pupuk dan benih untuk saat ini. Saya serius awasi atau plototi,” ujar Jokowi sembari disambut tepuk tangan riuh puluhan ribu petani.

Menurutnya untuk mewujudkannya, pemerintah juga memberikan bantuan alat pertanian seperti traktor, pompa air, pupuk, benih, dam irigasi. Untuk tahun ini pemerintah akan memperbaiki irigasi seluas 1,5 juta hektare, bantuan benih jagung seluas 98.000 hektare dan kedelai 70.000 hektare. “Bahkan, Gubernur Jatim menyatakan siap menyumbang 2 juta ton produksi pangan,” ujarnya.

Jokowi juga meminta semua pihak, mulai dari kementerian sampai petani harus bisa bekerja sama mewujudkan (swasembada pangan) harus dicapai dalam waktu 2-3 tahun. “Melalui pemberian bantuan itu, produktivitas harus naik, jangan sampai turun. Mari diawasi dan dilaksanakan bersama. Bagaimana ? Sanggup,” ujar Jokowi kembali disahut teriakan sanggup.

Melalui peningkatan produktivitas tidak hanya pangan, diharapkan Indonesia menjadi tempat produksi pangan dan negara lain harus bergantung pada Indonesia. “Diluar negara, bergantung pada Indonesia, karena siap dan terus berproduksi dan memproduksi,” ujarnya. (UK).

Keterangan Gambar : Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, tengah menjawab pertanyaan hingga permintaan sejumlah petani dalam dialog di lapangan terbuka Desa Keras Wetan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi.

Recommended For You